Ayolah, Lihat Keluar

Devotion

Ayolah, Lihat Keluar

3 May 2021

Bacaan: Matius 11:28

Sejak kita kecil hingga hari ini, kita tidak pernah lepas dari kehidupan yang self-centered. Kita cenderung ingin terus diperhatikan, dianggap eksis. Saat kecil, kita marah dan melampiaskan kemarahan kita dengan menangis sekencang-kencangnya, ketika kita merasa orang tua kita lebih memperhatikan adik kita daripada diri kita, atau kakak kita lebih dipuji daripada kita, dan seterusnya. Di hari ini, self-centeredness itu juga tidak pernah lepas dari diri kita. Kita iri ketika teman sekelas mendapatkan nilai lebih tinggi daripada kita padahal kita merasa lebih pintar dan lebih rajin daripada dia. Kita tidak suka ketika di gereja teman seumuran kita lebih dipercayakan menjadi ketua pemuda daripada kita padahal kita merasa kita lebih mampu atau bahkan lebih rohani. Kita merasa diri kita paling malang ketika kita mengalami pencobaan, sedangkan teman lain tidak. Ketika merasa Allah tidak berpihak kepada kita, ketika kita melihat teman kita lebih sukses daripada kita yang sudah berusaha kerja keras. Intinya adalah kita selalu melihat segala sesuatu dari diri kita sendiri.

Kita semua tahu, bahwa mentalitas self-centered ada karena pada dasarnya kita adalah orang berdosa. Sebagai orang Kristen, kita juga sadar bahwa hal itu tidak benar dan kita seharusnya ingin keluar dari keadaan tersebut. Namun sering kali kita merasa gagal. Kalau hari ini kita menyadarinya dan kita merasa bahwa kita sudah berulang kali ingin keluar dari self-centeredness tersebut namun tetap sulit, mari kita jangan lelah datang kepada Tuhan dan berseru kepada-Nya. Jangan menyerah meminta Tuhan menolong kita untuk keluar dari dunia self-centered kita. Mari kita jangan lelah percaya bahwa kalau bukan Tuhan, tidak mungkin ada yang sanggup membawa kita keluar dari keinginan kita yang selalu self-centered ini. Dalam sebuah seminar, seorang pembicara mengatakan mengenai hal tentang berseru kepada Tuhan, “Jangan engkau lelah menggedor pintu sorga agar dibukakan bagimu, gedorlah! Sampai pintu itu dibukakan bagimu, namun jika Tuhan pada akhirnya tidak membuka pintu itu, biarlah Ia mendapati mayatmu di depan pintu gerbang-Nya, karena engkau terus menanti dan Ia yang akan membuka pintu bagimu.” Biarlah ini juga yang menjadi tekad kita, untuk tidak menyerah berseru kepada TUHAN kita yang hidup. Ia yang sudah mati namun bangkit kembali untuk membebaskan kita dari self-centeredness yang membinasakan itu, Ia juga yang akan menolong dan membawa kita keluar dari keegoisan yang membinasakan kita tersebut. Jangan menyerah mengejar dan mencari Tuhan! Ayolah, lihatlah keluar, ada Tuhan yang sedang memanggil kita dan dunia yang sedang menunggu kesaksian kita!

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu (Mat. 11:28). (ENS)