Bagaimana Kita Hidup Di Hadapan Tuhan?

Devotion

Bagaimana Kita Hidup Di Hadapan Tuhan?

15 November 2021

Bacaan: Kolose 3:23

Begitu sering kita mendengar ayat ini, dan begitu sering kita mengulang frasa “di hadapan Tuhan”. Namun entah mengapa hal yang begitu penting seperti ini sepertinya klise, dan jarang kita selidiki, rasakan, dan kontemplasikan. Apa artinya “hidup di hadapan Tuhan”? Dan seperti apakah kita yang hidup di hadapan Tuhan?

Firman Tuhan dalam Efesus 3 mengelaborasikan beberapa peran yang dapat dimiliki seorang manusia, khususnya di dalam keluarga. Sebagai seorang istri, tunduklah pada suami yang kaukasihi. Sebagai seorang anak, taatilah orang tuamu di dalam segala hal. Sebagai seorang hamba, hormati dan ikuti dengan sungguh-sungguh perintah tuanmu.

Ketiga peran ini dapat memberi sebuah gambaran bagaimana kita hidup di hadapan Tuhan. Sebagai gereja, mempelai wanita Kristus yang mencintai kita, sebagai anak dari Bapa di sorga yang memberi belas kasihan pada kita, dan sebagai hamba dari Raja segala raja. Bagaimanakah sikap kita ketika berhadapan dengan “subjek” dari setiap peran-peran ini?

Bayangkan jika kita sedang bertemu dengan seorang raja. Apa yang akan kita lakukan? Apakah kita dapat menghiraukannya? Apakah kita bisa mengerjakan aktivitas kita dengan ceroboh, mengetahui ia sedang berada di samping kita? Tentu tidak. Segala yang kita kerjakan akan kita kerjakan respectfully. Dengan penuh kesadaran dan perhatian akan setiap detail pekerjaan kita, agar kita sama sekali tidak melakukan kesalahan. Kita begitu menghormati raja, kita akan melakukan hal-hal yang memuliakan, bukan mempermalukannya.

Namun Tuhan menuntut jauh lebih dari hanya sekadar respect. Karena Ia adalah Allah yang telah mati untuk kita, mengadopsi kita menjadi anak, dan sebagai gereja Kristus, Ia adalah mempelai pria kita. Maka yang dituntut bukan sekadar hormat, namun juga kepenuhan cinta kasih kita. Segala sesuatu yang kita lakukan di hadapan orang yang kita cintai, kita lakukan bukan karena terpaksa, tetapi oleh penuh rela karena kasih itu sendiri. Jikalau kita begitu mencintai Bapa dan Pasangan Hidup kita, maka kita akan melakukan hal-hal yang membahagiakannya.

Seperti apa hidup di hadapan Tuhan, adalah seperti beraktivitas bersama Raja di atas segala raja, yang mencintai kita sehingga Ia rela mati untuk kita. Bagaimana kita hidup di hadapan Tuhan? (C)