Batasan

Christian Life

Batasan

6 September 2021

Batasan, suatu hal yang sangat tidak kita sukai saat ini. Namun, bukankah Tuhan itu justru baik karena Ia memberikan kepada kita batasan? Batasan yang dimaksud dalam tulisan ini adalah perintah Allah yang harus dilakukan umat-Nya. Sejak manusia pertama diciptakan, Allah telah menetapkan bagi mereka apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Firman Allah dengan jelas memerintahkan, “semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya, tetapi buah pohon pengetahuan itu jangan kaumakan buahnya, nanti kamu mati” (Kej. 2:16-17).

Kisah lainnya yang begitu sering kita dengar adalah peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir. Kisah ini bisa saja disebut sebagai kisah pembebasan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Namun, begitu mereka keluar dari Mesir, Allah tidak membiarkan mereka hidup bebas sesuka hati mereka yang berdosa. Allah memberikan mereka batasan-batasan. Allah berikan hukum Taurat kepada mereka melalui Musa. Ketika tiang awan dan tiang api yang Tuhan sediakan untuk menuntun mereka di waktu siang dan malam, maka mereka juga harus mengikutiya. Ketika Tuhan menurunkan manna untuk mereka makan dan Tuhan memerintahkan untuk mengambil secukupnya, mereka harus mengikutinya. Ketika mereka mulai serakah, manna yang lebih itu pun tidak akan bisa mereka nikmati karena akan membusuk.

Dari beberapa kisah di atas, kita dapat melihat bahwa batasan-batasan yang Allah berikan bukanlah untuk menindas kebebasan manusia tetapi justru untuk mengarahkan manusia agar kebebasan liar manusia berdosa tidak membawanya masuk kepada kematian kekal.

Dalam keseharian kita hari ini, kita juga harus mengalami pembatasan-pembatasan yang kalau kita melanggarnya justru akan mencelakakan kita sendiri. Ketika kita mengendarai kendaraan di jalan raya, ada batasan rambu lalu lintas, yang kalau kita melanggarnya, kita bisa mengalami kecelakaan. Atau sebagai manusia, kita diciptakan untuk hidup di darat. Kalau kita ingin melanggar aturan habitat tersebut, dan kita mencoba hidup di dalam lautan, kita sedang membunuh diri kita sendiri. Masih banyak batasan lainnya yang bisa kita berikan sebagai contoh.

Namun batasan-batasan yang kita alami di dunia ini hanyalah batasan sementara. Di dalam keberdosaan kita, Allah memberikan kita batasan-batasan agar menyadarkan diri akan keberdosaan kita dan agar kita tidak terus salah dalam menjalani hidup ini. Seperti Ia memberikan hukum Taurat kepada bangsa Israel, hari ini Ia memberikan kita firman Tuhan untuk kita tahu batasan-batasan dalam hidup kita, mana yang boleh kita lakukan, mana yang tidak boleh kita lakukan. Batasan diberikan Tuhan bagi manusia agar manusia tahu bagaimana seharusnya kita hidup di hadapan Sang Pencipta. Salah satu batasan yang terpenting untuk kita ketahui adalah bagaimana kita bisa kembali kepada Allah. Di sini Allah menentukan hanya Satu Jalan menuju Dia, yaitu melalui Yesus Kristus, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yoh. 14:6). Sudahkah kita sadar dan tunduk kepada batasan tersebut yang akan membawa kita kepada kehidupan kekal? Mari kita bertobat sebelum terlambat. (ENS)