Benarkah Tidak Ingin Berubah?

Devotion

Benarkah Tidak Ingin Berubah?

3 August 2020

Berubah, di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki beberapa arti, seperti menjadi lain (berbeda) atau bertukar (beralih, berganti). Tidak ada sesuatu yang di dunia ini tidak berubah; entah itu benda mati, atau itu makhluk hidup. Semuanya pasti berubah karena segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah ciptaan yang bersifat sementara. Hanya satu yang tidak pernah berubah: Dia adalah ALLAH Sang Pencipta.

Kalau mau jujur, di dalam hidup kita, ada bagian yang kita suka adanya perubahan, ada yang kita benci adanya perubahan. Di dalam keberdosaan kita, perubahan yang kita tidak sukai maupun perubahan yang kita sukai sering kali bertentangan dengan kebenaran yang seharusnya.

Hal yang paling tidak kita sukai akan perubahan, adalah berubah dari kehidupan keberdosaan kita. Kita tidak suka ditegur, ketika kita salah. Kita tidak suka dididik, ketika kita merasa didikan itu menyusahkan kita. Kita tidak suka dituntut untuk berubah ke arah yang lebih baik, ketika kita merasa itu mengganggu kenyamanan kita. Intinya kita sulit menerima dan menjalani perubahan terkait diri kita, ketika kita merasa itu mengganggu hidup kita.

Tetapi kita cenderung meminta orang berubah mengikuti maunya kita. Kita menginginkan perubahan ketika kondisi yang ada tidak sesuai dengan apa yang kita mau. Malah lebih parah lagi, kita meminta Allah membuat perubahan sesuai dengan keinginan kita.

Ironi memang, di dalam keberdosaan, kita kehilangan kerendahan hati. Kerendahan hati untuk dibentuk oleh kebenaran. Kerendahan hati untuk belajar dari sekitar kita. Dosa membuat mata hati kita tertutup. Kita lebih melihat diri kita serta menilai dan menuntut perubahan di luar diri kita berdasarkan standar diri.

Jika demikian, masih adakah pengharapan agar manusia mau berubah? Ada. Di dalam Yesus Kristus, Sang Penebus dan Juruselamat, Dia yang adalah Allah di tempat mahatinggi namun rela menjadi hamba yang paling rendah. Dia yang telah menanggung dosa-dosa kita di atas kayu salib, dan telah bangkit dari kematian agar kita tidak lagi dikuasai oleh dosa, Dialah yang sanggup memberikan kita pengharapan dan memampukan kita untuk berubah sesuai dengan perkenanan Allah.

Marilah kita datang pada-Nya. Mintalah kerendahan hati kepada Tuhan yang telah memberikan teladan-Nya terlebih dahulu. Hanya Dia yang sanggup membuka pintu untuk perubahan hidup kita. Kiranya Allah bermurah hati mengubah kita! (DS)