Berjaga-jaga

Christian Life

Berjaga-jaga

5 August 2019

Bacaan: 1 Petrus 5:9

Pencobaan akan terus ada di dalam perjalanan kehidupan kita selama Iblis masih mempunyai kuasa, serta selama keduniawian dan hawa nafsu masih merajalela. Karena itu, kita tidak diajar berdoa untuk minta bebas dari pencobaan, tetapi untuk tidak jatuh ke dalam pencobaan. Tidak akan ada lepas mutlak dari pencobaan sebelum kedatangan Yesus kedua kalinya.

Di dalam diri kita yang berdosa ada kehendak yang menjadi teman persekongkolan Iblis. Kehendak kita yang berdosa menyetujui hampir semua dari maksud Iblis. Hal itu terlihat juga dalam kisah bangsa Israel yang terus menerus jatuh ke dalam dosa setelah diperlihatkan begitu limpah bukti kebesaran Allah.

Dunia sekitar kita pun tidak pernah membawa kita lebih dekat kepada Tuhan. Ketika kita berjalan di mal, ketika kita bergaul dengan teman-teman kita di sekolah maupun kampus, tidak banyak hal yang mengingatkan kita akan Allah bukan? Sudah sekian lama kita menjadi orang Kristen sampai hari ini… seberapa sering dan seberapa rindu kita akan firman Tuhan? Seberapa besar keinginan kita memperdalam pengenalan kita akan Allah? Seberapa dalam kerinduan kita dapat mengasihi Allah lebih lagi setiap harinya? Sebaliknya, setiap hari kita makin bangga dan rindu serupa dengan dunia sekitar kita, bukan serupa Kristus.

Mari kita coba renungkan sekali lagi, memang betul bahwa kuasa keberdosaan telah ditaklukkan oleh penebusan Kristus. Dosa tidak lagi menguasai, memerintah, mendominasi, atau menindas kita. Tuhan Yesus telah mengalahkan semuanya melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Roh Kudus telah menghidupkan kita kembali di dalam Kristus. Kita juga telah diberikan suatu kerinduan untuk mengenal Allah, Firman-Nya, dan juga menikmati pelayanan kepada Dia. Akan tetapi, John Owen mengatakan, bagaimanapun juga masih ada akar pengkhianatan yang sama menumpang dan bekerja di dalam hati kita. Hal ini terus berbuah setiap hari jika kita tidak berjaga-jaga dan berdoa. Dengan berdoa, kita bergantung penuh kepada Tuhan, sehingga bukan kuasa diri kita lagi yang berhadapan dengan si Iblis, melainkan kuasa kebangkitan Kristus. Inilah pengharapan satu-satunya bagi kita untuk menang dari pencobaan.

Lawanlah setiap godaan dengan iman yang teguh. Ingatlah bahwa dalam penderitaan ini, we are not alone! Semua saudara kita dalam Kerajaan-Nya sedang menanggung penderitaan yang sama dan kita sudah dimenangkan di dalam Kristus. Berjaga-jagalah! (TH)