Buta Warna

Christian Life

Buta Warna

25 July 2022

Buta warna adalah kondisi mata yang tidak mampu melihat warna secara normal. Orang yang buta warna sulit membedakan warna tertentu adalah orang yang menderita buta warna parsial. Sedangkan orang yang sama sekali tidak bisa membedakan seluruh warna adalah orang yang menderita buta warna total. Ketidakmampuan membedakan warna ini membuat orang tersebut mengalami kesulitan di beberapa pekerjaan yang membutuhkan kesanggupan membedakan warna.
Pengertian buta warna yang tidak mampu membedakan warna ini adalah secara fisik karena ada masalah di retina mata kita. Namun sesungguhnya kita pun mengalami buta warna secara rohani. Ketika kita tidak sanggup membedakan mana yang benar dan mana yang salah, bukankah itu adalah buta rohani? Orang yang buta warna bisa salah menilai tentang warna, bahkan keseluruhan yang dilihatnya bisa berbeda ekspresi dari mata orang normal. Demikian juga dengan orang berdosa yang rohaninya telah mati, dia bahkan bisa salah menilai apa yang ada di sekitar hidupnya. Hal yang benar dianggap salah, hal yang salah dianggap benar.
Orang yang menderita buta warna, dijelaskan bagaimanapun terhadap apa yang dilihatnya dia tetap tidak dapat memahaminya, karena matanya tidak melihat seperti yang dilihat orang normal. Seperti itu pula kondisi orang yang buta warna rohani. Ketika orang memberikan penjelasan tentang kesalahannya menilaipun ia tetap tidak dapat memahaminya karena seperti itulah ia melihat yang dianggap salah atau benar tersebut.
Bisakah orang berdosa keluar dari “buta warna” rohani terebut? Jelas bisa kalau ia bertobat dan kembali kepada Yesus Kristus Sang Penebus hidupnya yang membebaskannya dari “buta warna” rohani.  Tanpa pertobatan ini, segala usaha yang dilakukan manusia berdosa akan sia-sia untuk menyembuhkan buta rohani tersebut.
Refleksi untuk diri kita. Jikalau selama ini kita mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Penebus kita, adakah kita sudah mengalami pencelikan rohani? Adakah kita sudah memiliki kepekaan di dalam membedakan manakah yang benar dan manakah yang salah sesuai FirmanNya? Jikalau belum, mari kita sekali lagi bertobat dan meminta pertolongan dan belas kasihanNya.
Kiranya Allah mendengar doa kita. (DS)