Corona dan Kematian

Christian Life

Corona dan Kematian

6 July 2020

Kata yang paling sering keluar dan paling kita takuti saat-saat ini adalah corona dan mati. Seolah dua kata tersebut tidak terpisahkan satu sama lain. Ketika membicarakan corona, maka otomatis kita membayangkan kematian. Kita tidak ingin mengalami kedua kata itu dalam hidup kita, tetapi anehnya setiap hari kita mengonsumi kedua kata itu dari berbagai berita, bahkan kita secara aktif mencari berita terkait dengan kedua hal tersebut. Alih-alih kita bukannya menjadi tenang, justru kita makin panik karena berita terkait dua kata itu. Ya... Virus Corona sesuai dengan namanya yang berarti mahkota, memang sedang menjadi mahkota dalam setiap berita dan percakapan hampir di seluruh dunia. Seolah dia sanggup menyedot seluruh perhatian manusia untuk dirinya. Dan seolah dialah penentu serta pencabut nyawa manusia.

Kisah-kisah corona di hari-hari ini seharusnya tidak membuat kita kehilangan fokus untuk hidup bagi Allah. Kita perlu merenungkan apa maksud Tuhan di balik peristiwa yang menakutkan dan menghadirkan kepanikan dunia ini. Sudah pasti kita tahu bahwa bukan virus corona yang mengontrol kelanjutan dunia ini, tetapi Allah. Virus Corona hanyalah ciptaan yang sangat kecil. Allah adalah Sang Pencipta segala sesuatu. Oleh karena itu sebagai orang Kristen yang hidup seluruhnya di dalam kondisi apa pun adalah bagi Tuhan, maka saat-saat seperti ini hidup kita pun tidak boleh digeser dari kehendak Allah. Hidup kita yang telah ditebus oleh darah Kristus, dan telah memperoleh jaminan keselamatan dan hidup kekal harusnya bisa memberikan kedamaian sejati yang berasal dari Kristus (Yoh. 14: 27: Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu) dan memberikan kasih kepada sesama. Dunia membutuhkan kasih Kristus yang sejati.

Kondisi di saat-saat seperti ini memang tidaklah mudah. Kita tidak boleh hidup secara sembrono dengan iman yang ngawur, tidak juga hidup dalam kepanikan seolah tanpa iman. Mari kita memahami dengan benar tentang Virus Corona ini dan berespons secara benar apa yang Tuhan ingin kita lakukan di saat-saat seperti ini sebagai gereja Tuhan. Kiranya Allah memberikan kita hikmat dan bijaksana menyatakan kasih-Nya. (DS)