Distraksi

Devotion

Distraksi

28 June 2021

Bacaan: Lukas 10:40

Kesalahan Marta bukanlah karena ia melayani karena status hamba yang melayani sangatlah dihargai di dalam kekristenan. “Aku melayani” adalah moto dari keluarga Allah. Kesalahan Marta juga bukan karena ia banyak melayani. Kita tidak dapat melakukan sesuatu terlalu banyak. Marilah kita melakukan semua yang mungkin kita lakukan; biarlah pikiran, hati, dan tangan kita terlibat di dalam pelayanan Sang Tuan. Berbahagialah Marta, memiliki kesempatan untuk menyambut dan melayani Tamu yang luar biasa; dan juga berbahagialah Marta karena ia memiliki jiwa untuk memberikan seluruh dirinya dengan sepenuh hati untuk menyambut Yesus.

Kesalahan Marta adalah ia terdistraksi dengan banyak pelayanan. Perhatian Marta terbagi-bagi sehingga ia melupakan Yesus dan hanya berfokus pada pelayanannya sendiri. Ia mengizinkan pelayanannya mengesampingkan Yesus.

Kita harus menjadi seperti Marta dan pada saat yang sama menjadi seperti Maria: Kita harus melakukan banyak pelayanan dan memiliki banyak persekutuan dengan Allah pada saat yang sama. Kita memerlukan anugerah untuk dapat melakukannya sebab lebih mudah untuk melayani daripada untuk bersekutu. Yosua tidak pernah lelah ketika bertempur dengan bangsa Amalek; tetapi Musa, yang berdoa di atas gunung, memerlukan dua penolong untuk menopang tangannya. Makin serius suatu pelayanan, makin cepat kita akan merasa lelah di dalamnya. Buah yang paling baik adalah buah yang paling sulit untuk dipelihara.

Sementara kita melakukan pelayanan-pelayanan yang tampak dari luar yang pada dirinya sendiri adalah baik, kita juga perlu memastikan bahwa kita menikmati relasi yang hidup dengan Yesus. Pastikan bahwa kita tidak mengabaikan “duduk di kaki Sang Juruselamat” meskipun dengan dalih khusus untuk melakukan pelayanan-Nya.

Hal pertama bagi kesehatan jiwa kita, hal pertama bagi kemuliaan-Nya, dan hal pertama bagi kebaikan diri kita adalah menjaga diri kita untuk tetap berada dalam persekutuan dengan Kristus secara terus-menerus. Kita perlu memperhatikan vitalitas dan spiritualitas iman kita ketika pada saat yang sama kita terus melayani dan melakukan semua yang mungkin kita lakukan bagi Kerajaan Allah. Kita harus menjadi seperti Maria pada saat yang sama ketika kita menjadi Marta. (MR)