Diundang Bertemu Presiden

Devotion

Diundang Bertemu Presiden

11 July 2019

Bacaan: Keluaran 9:1

Siapa hatinya tidak penuh dengan sukacita ketika ia diundang untuk bertemu dengan Presiden? Hati sudah pasti berdebar-debar ketika telepon dari Staf Kepresidenan menghampiri kita. Malam susah tidur, pagi masih bangun. Yang ada di kepala hanya pertanyaan soal kapan saat itu tiba. Hari di mana pada akhirnya kita dapat menginjakkan kaki di Istana Merdeka dan disapa oleh Kepala Negara. Wuihhh, hari itu pasti senyum kita akan secerah matahari di pantai Sanur, Bali.

Diundang langsung oleh Presiden untuk bertemu memang sangat prestisius. Harkat dan martabat ini langsung terasa meningkat hingga beberapa puluh derajat. Berdiri jadi terasa lebih tegak. Ah, luar biasa bangganya memang. Citra sebagai seorang yang cerdas, unggul, dan hebat terasa langsung melekat.

Namun, entah mengapa rasa prestise semacam demikian tidak pernah hadir ketika setiap minggu kita harus datang kepada Tuhan. Di dalam undangan-Nya yang setiap minggu kita dapatkan, tidak tampak suatu kebanggaan. “Gereja lage, gereja lage”, gumam kita di hari Minggu pagi.

Tuhan Pencipta langit dan bumi jadi tampak tidak se-prestise raja-raja di bumi. Bahkan jujur saja, tidak jarang kita yang merasa jadi “raja” dalam gereja. Mungkin inilah salah satu persoalan dari kemandekan pertumbuhan iman kita. Ketika kita tidak lagi memiliki rasa takut akan Dia, rasa betapa besar, mulia, dan prestisenya Allah yang memanggil kita untuk beribadah, saat itulah mungkin awal ketidakbertumbuhan kita.

Bila mendatangi ibadah secara fisik di gereja saja tidak ada jejak-jejak rasa hormat pada Allah, bagaimana kita bisa bicara soal keseluruhan hidup ini juga adalah ibadah? Bagaimana kita bisa mengatakan kita pun beribadah dalam keseluruhan hidup, ketika hal yang lebih kecil cakupannya saja tidak dapat kita pelihara?

Melalui perenungan singkat kita kali ini, sekali lagi mari kita melihat bahwa panggilan untuk beribadah kepada Tuhan adalah sebuah panggilan yang mulia dan prestisius. Suatu panggilan yang besar dari Raja segala raja, Sang Pencipta jagat semesta, yang sekali lagi menyatakan belas kasihan-Nya kepada kita; yang bukan siapa-siapa. (NT)