Exist!

Christian Life

Exist!

22 January 2018

Bacaan: Kejadian 1:26

Siapa yang tidak kepengen dirinya exist? Semua manusia pasti menginginkan dirinya exist. Wajar… karena itulah natur manusia. Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah, yang dengan sendirinya menjadikan manusia itu exist karena Allah Sang Pencipta itu exist adanya.

Jadi salahkah manusia kepengen exist? Pertanyaan ini saja sudah salah. Harusnya keberadaan diri manusia sudah menunjukkan dirinya exist. Tapi kenapa seolah manusia selalu cenderung mencari atau ingin memunculkan ke-exist-an dirinya? Apanya yang salah? Alkitab dengan jelas mengatakan, permasalahan manusia adalah dosa. Sehingga ke-exist-an manusia pun sudah menyimpang oleh karena dosa. Harusnya manusia tidak perlu mencari-cari atau mengusahakan dirinya supaya exist. Tetapi di dalam dosa, ke-exist-an tersebut seolah menghilang, sehingga manusia yang masih tetap adalah gambar dan rupa Allah, namun sudah rusak itu, “terpaksa” mencari ke-exist-an dirinya yang sudah hilang itu.

Dapatkah manusia berdosa menemukan kembali ke-exist-an dirinya? Tidak. Hanya satu jalan, manusia bisa kembali pada ke-exist-an dirinya, yaitu kembali kepada Allah, Sang Penciptanya yang telah diingkarinya melalui Penebusan Kristus bagi dirinya.

Penebusan Kristus bukan hanya membawa manusia dari kebinasaan kekal kepada hidup yang kekal, tetapi juga memulihkan segala sesuatu pada diri manusia yang sudah dirusak oleh dosa, termasuk ke-exist-an dirinya.

Di dalam keberdosaan, manusia mencari atau memunculkan ke-exist-an dirinya dengan berbagai cara. Tengok saja berbagai kegiatan yang dilakukan manusia. Ingin tampil beda dari lingkungan sekitarnya alias nyentrik, ingin dihargai, dan dihormati, ingin diperhitungkan keberadaan dirinya, ingin ini dan itu untuk menunjukkan bahwa dirinya exist. Namun sayang, semua yang dikejar dan dilakukannya itu tidak akan mendapat hasil. Dalam sementara waktu mungkin ia merasa sudah exist ketika apa yang dia inginkan itu tercapai, namun dalam waktu singkat, ke-exist-an dirinya kemudian dirasakan masih kurang, maka dia perlu lagi menciptakan/mencari/memunculkan hal yang lain untuk menunjukkan dirinya lebih exist. Dan itu terus terjadi sampai ia dipanggil Tuhan, dan ia tidak mendapatkan apa pun yang dicarinya itu.

Jadi, harus bagaimana? Manusia berdosa perlu Penolong yang sanggup memulihkan kembali ke-exist-an dirinya yang sejati. Penolong itu adalah Yesus Kristus, Allah Anak yang berinkarnasi masuk ke dalam dunia untuk menebus manusia dari dosa-dosanya, untuk memulihkan manusia itu kembali kepada keberadaan ciptaannya yang semula: menjadi gambar dan rupa Allah dan menyadari bahwa ia exist untuk hidup bagi Tuhan Allah, Sang Penciptanya. Exist di hadapan Allah, bukan manusia lainnya! Ingin exist? Mari bertobat dan mengikuti Dia! (DS)