Gereja

Devotion

Gereja

25 December 2017

Gambaran apa yang muncul di pikiran kita ketika kita mendengar atau melihat istilah “Gereja”? Gedung? Denominasi? Orang banyak? Alkitab memakai istilah “Gereja” untuk menggambarkan sekumpulan orang yang dipanggil keluar oleh Allah untuk menjadi milik-Nya, sejak awal permulaan zaman sampai Mempelainya datang untuk kedua kalinya. Di dalam Gereja pulalah, orang- orang yang dipanggil, mengalami sebuah misteri ilahi di mana karya Kristus bekerja melalui Roh-Nya. Atas dasar ini banyak orang Kristen menggadang eksklusivisme yang ekstrem tanpa melihat karya Kristus dengan benar.

Di dalam kisah orang Samaria yang baik hati, kita umumnya menempatkan diri kita sebagai orang Samaria, atau sebagai pihak korban yang terluka parah. Kali ini, mari kita melihat kisah ini dari sudut pandang yang berbeda: Gereja sebagai cameo1. Skenarionya sebagai berikut: suatu ketika Tuhan kita yang baik hati menjumpai kita, orang-orang yang terluka parah akibat dosa. Namun atas belas kasih-Nya, Tuhan membawa kita dan meletakkan kita ke dalam sebuah pondok transformasi untuk merawat dan memulihkan kita. Di sana, karya Tuhan kita yang baik hati berlanjut melalui perawatan dan penyembuhan oleh pemilik penginapan – Sang Cameo – pihak yang kemudian tidak pernah dibahas lagi.

Beberapa peran Gereja Tuhan dapat dilihat sebagai cameo, seperti: pertama, Gereja merupakan kelanjutan Karya Kristus untuk mengingatkan kita bahwa karya Kristuslah yang terutama. Kristuslah yang menyelamatkan kita, Gereja hanya sebagai pelanjut dari karya Kristus. Gereja seharusnya hadir untuk menyatakan kasih Kristus yang telah menyelamatkan kita. Seperti kata Yohanes, “Dia haruslah menjadi lebih besar, dan aku lebih kecil.” Kedua, Gereja Tuhan hadir untuk “yang lain”, seperti yang dikatakan Dietrich Bonhoeffer, “Chirst is the human being for other, so the church “exist only for other”.” Gereja tidaklah hadir untuk menjadi inklusif, melainkan untuk merangkul setiap pihak untuk ditransformasi oleh karya Kristus. Jikalau kita mengatakan kita adalah Gereja Tuhan, sudahkah kita menjalankan spritualitas Gereja seperti demikian? (DS)


1 Cameo adalah munculnya seseorang yang terkenal di bidang performing acts seperti teater, film, video games, dan televisi. Namun durasi selama mereka muncul tidak lama. Peran yang dimainkan pun tidak memiliki bobot besar pula, dan tidak diperlukan untuk berbicara.