Good or Bad?

Devotion

Good or Bad?

17 February 2020

Bacaan: Roma 8:28

Seorang anak kecil memiliki rasa penasaran yang tinggi. Setiap kali ketika dia menemukan hal baru, seorang anak kecil akan terus mendekat dan berusaha bersentuhan dengan hal tersebut. Mereka belum bisa membedakan dengan jelas mana hal yang aman untuk dimainkan dan mana hal yang dapat membahayakan mereka. Sehingga sering kali kita menemukan tulisan-tulisan peringatan di berbagai alat elektronik maupun obat-obatan yang mengingatkan orang dewasa untuk menjauhkannya dari jangkauan anak-anak. Karena para anak kecil yang belum memiliki pengetahuan tentang banyak hal yang dapat membahayakan diri mereka sendiri, sehingga harus ada orang dewasa yang memberitahukan, mengingatkan, dan menjaga mereka. Namun, tidak jarang ketika kita melarang anak kecil untuk menjauhi sesuatu yang membahayakan mereka, malah membuat mereka merasa kebebasannya dirampas dan kemudian menangis meronta-ronta.

Kehidupan kerohanian kita juga sering kali seperti seorang anak kecil. Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan kita dan tidak jarang kita susah mengerti apa maksud di balik hal-hal tersebut. Namun, kegagalan yang sering kita lakukan adalah terlalu cepat bereaksi terhadap sesuatu tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Kita dapat dengan mudah memandang buruk suatu hal dan sangat sulit untuk melihat hal baik dari sesuatu yang kita nilai buruk. Kita menilai segala sesuatu berdasarkan perasaan kita. Ketika suatu hal terjadi dan sesuai keinginan kita, kita akan menganggap hal tersebut baik. Namun, ketika yang terjadi adalah sesuatu yang tidak kita inginkan, maka kita akan menganggap itu suatu bencana. Padahal kita sering kali gagal dalam membedakan mana yang baik dan buruk.

Kita percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini ada di dalam kedaulatan Allah. Allah-lah yang mengatur segala sesuatu yang terjadi pada kita, sehingga tidak jarang kita akan mudah menyalahkan Allah jika hal yang “buruk” terjadi. Kita tidak bisa melihat maksud baik Tuhan di balik kejadian tersebut. Kita akan melihat hal buruk sebagai hal buruk dan tidak seharusnya terjadi pada kita. Namun, pernahkah kita mengalami satu momen yang mengingatkan kita bahwa hal buruk terjadi di masa lalu adalah anugerah Tuhan yang telah mendidik kita menjadi seperti masa kini?

Tuhan sering mendidik kita dengan cara yang tidak pernah kita pikirkan. Ia mengizinkan kita untuk mengalami sesuatu yang tidak kita mengerti, namun Ia juga menyediakan waktu yang tepat untuk kita mengerti hal tersebut. Pada waktu itulah kita akan sadar bahwa Ia adalah Allah yang selalu mereka-rekakan kebaikan bagi kita. Mari kita terus menyadari bahwa pengetahuan kita terbatas dan Allah jauh lebih mengerti apa yang terbaik untuk kita. Biarlah segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita mendorong kita untuk terus mengenal Allah yang baik dan mencari tahu rencana-Nya di dalam hidup kita. (RP)