Hidup Seperti Murid (2)

Devotion

Hidup Seperti Murid (2)

12 September 2019

Bacaan: Mazmur 27:11

Ada banyak alasan mengapa seorang murid tertidur di kelas, salah satunya adalah karena ia sudah mengetahui apa yang akan diajarkan. Murid tersebut merasa tidak perlu memperhatikan apa yang disampaikan gurunya, karena ia sudah menyantap habis seluruh literatur pokok maupun tambahan mengenai topik yang akan diajarkan. “Saya sudah tahu guruku pasti akan memulai pelajaran dengan topik ini dan menutupnya dengan topik ini”, ucap si murid sebelum ia memutuskan untuk tidur selama gurunya mengajar.

Di dalam perjalanan menjadi murid Kristus, kita sering merasa bahwa kita sudah cukup mengerti. Mungkin kita telah membaca Alkitab, mendalami theologi, dan mendengarkan khotbah berkali-kali sampai akhirnya kita merasa sudah bisa menerka kehendak Allah dengan seluruh pengetahuan kita. Kita tidak lagi mau diajar karena kita merasa telah mencapai level kerohanian yang paling tinggi sehingga tidak ada lagi orang yang mampu mengajar kita. Kita merasa tidak perlu lagi hidup dengan mental seorang murid.

Tentu saja mental seperti ini adalah kebodohan dan kegilaan. Allah adalah pencipta dan kita adalah ciptaan. Terdapat perbedaan yang terlampau jauh antara kita dengan Allah. Tidak akan pernah ada seorang murid yang sudah mengerti seluruh kehendak Allah dan tidak akan ada satu titik di mana kita sudah tidak lagi bisa diajar. Jika kita duduk di kaki-Nya dan mendengarkan-Nya 24 jam dalam sehari selama 10 tahun, kita hanya akan memperoleh permukaan dari hikmat-Nya. Kita dapat memberikan seluruh hidup untuk mempelajari hikmat Allah sampai hari paling terakhir dalam hidup kita dan tetap tidak dapat memperoleh seluruh hikmat Allah.

Mengapa kita berdoa untuk terus diajar lagi dan lagi dan lagi oleh Allah? Karena hikmat-Nya begitu dalam, luas, dan tidak terbatas. Hikmat-Nya tidak memiliki dasar maupun atap. Tuhan Allah, Sang Guru Agung mengatakan kepada kita, murid-murid-Nya, “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (Yes. 55:9). (MR)