Hidupku Bukan Milikku Lagi

Devotion

Hidupku Bukan Milikku Lagi

3 February 2020

Bacaan: Roma 3:22

Ayat tersebut menyatakan status kita di tengah-tengah dunia ini. Kita sadar bahwa tidak ada satu pun manusia yang tidak berdosa karena sejak peristiwa yang tertulis dalam Kejadian 3 terjadi, status berdosa sudah melekat pada seisi dunia. Namun sebagai orang Kristen, kita percaya bahwa status kita sudah berubah melalui pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib. Kita percaya bahwa Tuhan Yesus sudah menyelamatkan kita, sehingga semua dosa kita sudah diampuni, baik yang telah kita lakukan ataupun yang belum kita lakukan. Jadi, tidak masalah jika kita berbuat dosa lagi karena Tuhan sudah mengampuni semua dosa kita? Itu masalahnya.

Dosa membuat kita tidak mengerti anugerah keselamatan dengan benar. Status kita memang sudah berubah, yang tadinya manusia berdosa menjadi tidak berdosa, namun di dalam diri kita masih terdapat dosa yang terus membuat kita melawan Tuhan. Pertanyaan di atas mungkin tidak secara eksplisit muncul di pikiran kita, tetapi segala tindakan dalam hidup kita menunjukkan persetujuan kita terhadap pertanyaan tersebut. Kita mengaku sebagai orang yang diselamatkan, namun hidup kita tidak ada bedanya dengan dunia. Kita hidup hanya untuk memuaskan kehendak kita. Tuhan Yesus sudah menebus kita dan menjadikan kita hamba-Nya, namun kita masih hidup sebagai hamba dosa.

Dosa terus menggerogoti kita dari dalam. Dosa membuat kita merasa bahwa hidup kita dalam kondisi yang baik, padahal kita sedang ditenggelamkan secara perlahan dalam maut. Kita berpikir bahwa kita tidak sedang melawan Tuhan karena kita tidak melakukan kejahatan apa pun yang kelihatan. Namun, sadarkah kita bahwa saat kita hidup hanya untuk diri, saat itu pula kita sedang melawan Tuhan. Manusia diciptakan hanya untuk melakukan kehendak Tuhan, sehingga jika manusia mengikuti kehendak diri maka manusia sedang melawan tujuan penciptaan.

Paulus mencatat dalam Roma 14:8 “Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” Ayat ini menyatakan kepada kita bahwa seharusnya kita hidup sepenuhnya untuk Tuhan. Kita tidak memiliki hak sedikit pun atas hidup kita. Peperangan kita terhadap dosa tidak akan pernah selesai selama kita masih hidup di dunia ini. Mari kita terus berjuang untuk menyangkal diri dan terus hidup untuk Tuhan. Roh Kudus yang akan menolong kita mengerti firman Tuhan dengan benar dan mengerti kehendak-Nya, serta melakukannya hari lepas hari. (RP)