Hidupku Bukan Milikku Lagi

Devotion

Hidupku Bukan Milikku Lagi

3 February 2020

Ayat bacaan: Roma 14:8

Kita sadar bahwa tidak ada satu pun manusia yang tidak berdosa karena status berdosa sudah melekat pada seisi dunia sejak Peristiwa Kejatuhan dalam Kejadian 3. Namun melalui pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib, Tuhan Yesus telah menyelamatkan kita dan menjadikan kita milik-Nya sehingga semua dosa kita sudah diampuni, baik yang telah kita lakukan ataupun yang belum kita lakukan. Lalu, apakah kita boleh berbuat dosa lagi kalau Tuhan sudah mengampuni semua dosa kita?

Meskipun status kita memang sudah diubahkan, namun di dalam diri kita masih terdapat dosa yang terus membuat kita tidak mengerti anugerah keselamatan dengan benar, sehingga kita terus melawan Tuhan. Pertanyaan di atas mungkin tidak secara eksplisit muncul di pikiran kita namun segala tindak-tanduk kita menunjukkan persetujuan kita terhadap pertanyaan tersebut. Kita mengaku sebagai milik-Nya, namun hidup kita tidak ada bedanya dengan dunia, kita hidup hanya untuk memuaskan kehendak kita. Tuhan Yesus sudah menebus kita dan menjadikan kita hamba-Nya, namun kita masih hidup untuk diri kita saja.

Mirisnya, semua hal ini terus menggerogoti kita dari dalam karena selama ini kita merasa bahwa hidup kita dalam kondisi yang baik, padahal tanpa disadari kita sedang tenggelam secara perlahan dalam maut. Kita berpikir bahwa kita tidak sedang melawan Tuhan karena kita tidak melakukan kejahatan apa pun. Namun, sadarkah kita bahwa saat kita hidup hanya untuk diri, saat itu pula kita sedang melawan Tuhan. Manusia diciptakan dan ditebus oleh Yesus hanya untuk melakukan kehendak Tuhan, sehingga jika manusia mengikuti kehendak diri maka manusia sedang melawan tujuan penciptaan dan penebusan.

Paulus mencatat dalam Roma 14:8, “Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” Ayat ini menyatakan kepada kita bahwa seharusnya kita hidup sepenuhnya untuk Tuhan. Peperangan kita terhadap dosa tidak akan pernah selesai selama kita masih hidup di dunia ini. Mari kita terus berjuang untuk menyangkal diri dan terus hidup untuk Tuhan. Roh Kudus yang akan menolong kita mengerti firman Tuhan dengan benar dan mengerti kehendak-Nya, serta melakukannya hari lepas hari. (RP)