Jesus is the Answer

Devotion

Jesus is the Answer

2 November 2020

Kita pasti sering mendengar frasa “Jesus is the answer” atau “Yesus adalah jawabannya”. Begitu dekatnya frasa tersebut dengan kehidupan kita, sampai ada seorang anak yang menjawab seperti itu ketika dia tidak bisa menyelesaikan sebuah persamaan trigonometri. Akhirnya ini menjadi sebuah meme yang tersebar luas di dunia maya. Di zaman yang penuh dengan kemajuan teknologi dan sains, masihkah frasa ini relevan dengan kehidupan manusia atau frasa ini hanyalah sebuah mantra yang digunakan oleh orang yang “kuno” dan tidak mampu berpikir?
Kita sebagai orang Kristen percaya, bahwa Tuhan menciptakan langit dan bumi, Tuhan menciptakan engkau dan saya, dan Tuhan terus menopang seluruh ciptaan-Nya. Tuhan menciptakan dunia dan segala isinya dengan teratur, dan masing-masing memiliki tujuannya. Topangan tangan Tuhan ini berarti juga Tuhan menentukan dengan tepat setiap detail kejadian yang ada di atas muka bumi ini, setiap kemajuan teknologi yang berkembang, setiap penemuan-penemuan baru, dan bahkan setiap kejadian serta permasalahan yang selalu muncul dalam hidup manusia. Tuhan adalah jawaban ketika kita bertanya mengapa sakit-penyakit ada, dan Tuhan juga adalah jawaban ketika kita bertanya mengapa internet bisa menyatukan orang dari seluruh belahan dunia.
Tuhan tidak menghilangkan sisi kebebasan manusia. Tuhan tetap bekerja menjawab pergumulan manusia, namun Ia menjawabnya lewat manusia yang lain. Bayangkan kalau Isaac Newton melihat buah jatuh dan hanya mengatakan “Tuhan adalah jawaban mengapa buah ini jatuh!”, mungkin sampai sekarang kita tidak akan pernah mengerti teori gravitasi dan tidak dapat mengerti mengapa truk berisi massa yang lebih besar akan mengalami percepatan yang kecil. Tuhan bekerja mengatur dunia ini, juga lewat manusia.
Tuhan memanglah alasan di balik semua yang terjadi di dunia. Tetapi ini tidak membuat manusia dapat duduk dengan santai dan tidak melakukan apa pun. Justru Tuhan mau kita bekerja, Tuhan mau kita berpikir, Tuhan mau kita berkreasi dan berinovasi, dan Tuhan mau kita menaklukkan bumi. Ini berarti, setiap pekerjaan yang kita lakukan, setiap hal kita pikirkan, setiap karya yang kita hasilkan, adalah bagian dari cara Tuhan menopang bumi ini. Maka, marilah kita berpikir dan berkreasi dan bukannya duduk berpangku tangan. [EFG]