Kangenkah kita kepada Allah?

Devotion

Kangenkah kita kepada Allah?

19 October 2020

Kangen dalam KBBI diartikan sebagai ingin sekali bertemu. Kata kangen tidak asing di kuping kita. Mungkin kita pasti pernah mengalaminya, mungkin juga saat ini kita lagi “kangen berat” dengan orang yang kita kasihi. Bisa dijamin. Waktu kangen itu muncul, reaksi yang timbul dari diri kita bisa bermacam-macam, entah melamun mengingat kenangan-kenangan yang pernah kita alami bersamanya, atau malah saking kangennya kita bisa menangis.
Salah satu contohnya adalah seorang dokter muda yang ditugaskan berbulan-bulan di RS untuk menangani pasien COVID-19. Selama berbulan-bulan dia tidak pulang. Dokter tersebut mengatakan bahwa ia kangen dengan istri dan anaknya yang baru berusia 4 bulan. Saking kangennya, ia tidak tahan untuk tidak menangis.
Apa yang membuat dokter ini kangen? Apa yang membuat kita kangen?  Hubungan yang dekat dan spesial dengan orang tersebut, itulah yang membuat kita begitu kangen. Derajat kangen tersebut sebanding dengan relasi kita dengan orang tersebut. Makin dekat hubungan kita dengan orang tersebut, maka makin kangen kita kepadanya walau perpisahan itu hanyalah sejenak.
Pertanyaannya, adakah kita kangen kepada Allah? Apakah kita masih memiliki semangat menggebu-gebu untuk menghampiri Allah seperti dulu? Ironi sekali kalau kangennya kita kepada Allah hilang dimakan waktu sibuk kita, atau mungkin kangennya kita sekarang bergeser kepada popularitas, posisi, kedudukan, kekayaan, dan sebagainya. Kita baru mengingat Allah bila kita perlu Dia untuk mengabulkan permohonan egois kita. Kangen yang demikian membawa kita kepada kehancuran. Kangen kita yang demikian tidak pernah membawa kita untuk menjadi manusia yang lebih berarti dan berguna. Hanya kembali kepada Allah dan kangen kepada-Nya, kangen untuk melayani-Nya, kangen untuk taat kepada firman-Nya-lah yang membuat hidup kita berarti dan berguna.
Kiranya Allah menolong kita untuk kembali kangen kepada-Nya. [DS]