Karena Cinta

Christian Life

Karena Cinta

11 September 2017

Bacaan: Yohanes 3:16

Karena cinta, seorang pria rela mengantar pasangannya kembali ke rumahnya, meskipun jalur yang ditempuh jauh dan berputar. Karena cinta, seorang ibu rela mengandung sembilan bulan dan membesarkan anaknya. Karena cinta, seorang ayah rela membanting tulang siang dan malam, demi menghidupi dan membahagiakan keluarganya. Karena cinta, seorang pejuang rela menumpahkan darahnya, demi membela tanah airnya. Karena cinta, seorang pahlawan rela mengorbankan dirinya untuk memajukan generasinya dan generasi berikutnya.

Jikalau karena cinta, seseorang rela mengerjakan hal-hal yang luar biasa seperti di atas, masakan kita masih terus tidak memercayai karya cinta Allah kepada umat-Nya, sehingga Ia rela mengorbankan Anak-Nya yang tunggal itu.

Oh, Tentu hal itu berbeda kategori. Hal itu tidak dapat diterima oleh logika manusia!

Ya. Bagaimanapun diperdebatkan, kenyataan itu toh tidak dapat hilang. Hanya orang tua kita yang mengerti pengorbanan-pengorbanannya bahkan di luar logika kita, demi mencintai kita. Begitu juga dengan Allah. Hanya Kristus yang dapat mengerti, betapa Ia mencintai Bapa sehingga rela inkarnasi ke dalam dunia untuk menebus manusia.

Apakah kita terus memperdebatkan cinta yang tidak dapat diterima oleh logika? Atau, kita menerima cinta itu dengan rendah hati, sehingga logika kita pun dapat dimengertikan dan kita dapat melihat keindahan di balik cinta yang sejati dari Kristus kepada kita itu? (PP)