Kasih-Nya Tak Terselami

Devotion

Kasih-Nya Tak Terselami

28 December 2020

Kita akan sangat mudah melihat hal baik dari sesuatu yang menguntungkan kita, namun kita akan sulit untuk melihat hal baik dari sesuatu yang merugikan kita. Kondisi seperti ini sering kali terjadi dalam kehidupan rohani kita. Kita akan mudah menyadari bahwa Allah adalah kasih saat kita berada dalam kondisi hidup yang menyenangkan bagi kita. Kita akan terus mengucap syukur kepada Allah jika Ia mengizinkan kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Namun, saat hidup begitu susah dan kita berada dalam kondisi yang tidak kita harapkan, masih bisakah kita melihat kasih-Nya dan bersyukur atas setiap hal yang ada dalam hidup kita? Mungkin bisa, namun lebih sering tidak.
Kita sering gagal melihat kasih Allah dinyatakan melalui penderitaan. Ketika hal yang tidak kita harapkan terjadi dalam hidup kita, kecenderungan hati kita adalah bersedih, meratapi hal tersebut, dan menilainya sebagai suatu yang buruk. Kita melupakan bahwa Allah kita adalah kasih, Ia mengasihi kita dan tidak pernah merencanakan hal buruk dalam hidup kita. Bahkan kita melupakan bukti kasih Allah yang terbesar yaitu pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Kita melupakan hal tersebut hanya karena penderitaan. Sehingga tidak heran jika ada banyak orang Kristen yang mengutuki Allah karena kemiskinan, patah hati, sakit penyakit, dan kesulitan lainnya. Jadi bagaimana seharusnya kita menyikapi kesulitan hidup?
Mari kita belajar dari kisah Ayub. Saya rasa kita belum bisa membayangkan dengan tepat bagaimana sulitnya keadaan Ayub saat itu. Ayub harus mengalami sakit penyakit dan dikucilkan. Selain itu, ia harus kehilangan hartanya. Bahkan, ia kehilangan kesepuluh anaknya secara bersamaan. Keadaan Ayub jauh lebih sulit dari penderitaan yang kita alami. Namun, apa yang menjadi respons Ayub? Ia setia kepada Tuhan dan Tuhan memulihkan keadaannya. Betapa sulit proses yang dialami Ayub, namun kasih setia Tuhan melindunginya.
Mari kita terus merenungkan setiap hal yang Allah izinkan terjadi dalam hidup kita. Belajar mengerti apa yang Ia sedang kerjakan memang tidak mudah, tetapi janji Allah terus membukakan pintu bagi setiap mereka yang mencari, itulah yang kita pegang. Kiranya Tuhan memampukan kita untuk dapat melihat kasih-Nya dalam setiap perjalanan hidup kita. (RP)