Kebutuhan Jiwa

Devotion

Kebutuhan Jiwa

18 July 2022

Ayat bacaan: Mazmur 42

Pernahkah kita mendadak merasa tertekan dan gelisah tanpa sebab yang jelas? Hidup sehari-hari berjalan normal tanpa masalah, namun hati kita terasa berat. Kita tidak sedang melakukan dosa yang harus membuat hati hancur, namun kita merasa tidak tenang. Kemuraman dan kegelisahan seperti itu sangat terasa saat sedang berdiam diri, tidak melakukan pekerjaan tertentu. Kita merasakan kekosongan. Karena itu, terkadang kita lebih mudah mencari pengalihan perhatian, mencoba mengisi diri dengan sesuatu atau bahkan seseorang. Kita mencari kegiatan-kegiatan hiburan atau orang-orang yang bersamanya hidup sehari-hari kelihatan menyenangkan. Sayangnya, tidak ada hiburan dari dunia atau manusia yang dapat membuat hati dan jiwa kita segera merasa damai kembali. Saat kembali sendirian, perasaan kosong dan gelisah muncul kembali.

Tentunya kita orang Kristen berharap Tuhan segera mengeluarkan kita dari kegelisahan hati ini. Kita meminta pertolongan dan kekuatan dari Tuhan. Namun sebelum meminta dilepaskan dari perasaan tertekan dan gelisah yang tampak begitu negatif, pernahkah kita berpikir apa kebutuhan jiwa kita sebenarnya? Apa keinginan jiwa kita yang terdalam? Sebab jika jiwa kita terpuaskan, bukankah kita tidak perlu merasa gelisah ataupun tertekan?

Sebagai orang berdosa, kita pernah mencari-cari kepenuhan bagi jiwa kita di tempat dan kepada subyek yang salah sehingga terus merasa kosong dan gelisah. Pada dasarnya, tidak ada manusia berdosa yang lebih dulu menginginkan Tuhan. Hanya Tuhan yang di dalam belas kasihanNya mendamaikan kita yang berdosa dengan diriNya sehingga kita boleh datang mendekat kepada Tuhan. Hanya setelah dipertobatkan, kita bisa menginginkan Allah dan mau datang kepadanya, memperoleh kelimpahan dan damai sejahtera bagi jiwa kita.

Meskipun demikian, sebagai orang Kristen kita terkadang tetap dapat merasa gelisah dan tertekan sendiri. Seperti apa yang pernah diutarakan oleh Pemazmur yang bermonolog kepada jiwanya sendiri, menanyakan mengapa jiwanya tertekan dan gelisah di dalam dirinya (Mazmur 42:12). Pertanyaan yang langsung dilanjutkan dengan sebuah solusi, yaitu menyuruh jiwanya berharap kepada Tuhan. Jiwa yang tertekan, jiwa yang gelisah tidak dapat diselesaikan oleh penghiburan dunia yang sementara. Hanya Allah yang hidup yang sanggup memberikan kelegaan kepada jiwa manusia. Dunia seolah mampu memberikan kelegaan jiwa, namun itu hanyalah sementara, kelegaan yang hanya membungkus luarnya saja tanpa menyelesaikan kebutuhan terdalam manusia.

Sebagai orang yang sudah mengalami penebusan Kristus Yesus, ketika jiwa kita gelisah dan tertekan, ke manakah kita mencari kelegaan? Marilah kita datang kepada Sang Penghibur sejati melalui Yesus Kristus yang sudah menjanjikan dan menjaminkannya untuk kita. Namun bukan hanya kita meminta kelegaan jiwa, tapi marilah kita juga meminta kemampuan untuk menjadi berkat kepada sesama kita di luar sana yang jiwanya masih terhimpit oleh kekosongan hidup; mereka membutuhkan Sang Penghibur Sejati di dalam Yesus Kristus. KIranya Allah menolong kita. (SC)