Kerendahan Hati yang Sejati

Devotion

Kerendahan Hati yang Sejati

31 August 2020

Sejak awal keberdosaan manusia, di mana manusia ingin menjadi seperti Allah, membuat manusia sulit memiliki kerendahan hati. Yang ada di dalam diri manusia berdosa adalah selalu mengejar hal yang dapat menaikkan martabatnya. Serendah apa pun manusia di dalam ekonomi dan sosial, pasti selalu ada keangkuhan yang menyertai hidupnya. Itu sebabnya manusia yang satu selalu ingin menghancurkan manusia yang lain, manusia menjadi iri hati satu dengan yang lain karena tidak ada kerendahan hati di dalam dirinya. Yang ada hanyalah penggerogotan diri oleh keangkuhan diri.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan rendah hati adalah tidak sombong, tidak angkuh, tetapi firman Tuhan mengajarkan lebih dalam dari hanya sekadar tidak sombong dan tidak angkuh.  Yesus Kristus sendirilah yang memberikan arti kerendahan hati melalui keteladanan hidup-Nya. Di dalam Filipi 2:1-11 dengan jelas dinyatakan apa yang dimaksudkan dengan rendah hati; yaitu tidak melihat diri lebih utama, tetapi menganggap orang lain lebih utama, lebih memperhatikan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri. Bukan hanya berhenti sampai di situ, terlebih lagi adalah rela tidak mempertahankan martabatnya dan rela berkorban bagi kepentingan orang lain.

Dari apa yang diajarkan firman Tuhan tersebut, jelaslah bahwa rendah hati tidaklah dilhat dari kepandaiannya dalam membentuk sikap sopan santun, tidak juga dilihat dari senyumnya yang ramah kepada setiap orang, atau menganggap diri selalu tidak layak.

Orang yang rendah hati dengan sendirinya akan memiliki hati yang terus mau belajar dari orang lain  karena ia melihat orang lain lebih utama dari dirinya. Orang yang rendah hati selalu mengulurkan tangan untuk menolong orang lain karena ia melihat kepentingan orang lain lebih utama dari kepentingan dirinya sendiri.  Orang yang rendah hati adalah orang yang di dalam kekurangannya tetap membagi bagian yang ada pada dirinya bagi orang lain, bahkan rela berkorban nyawa bagi kepentingan orang lain. Orang yang rendah hati adalah orang yang tidak pernah menghitung jasa bagi dirinya, tetapi selalu terus ingin membagi tanpa memperhitungkan untung rugi. Orang yang rendah hati adalah orang yang sadar dirinya tidak layak tetapi sekaligus menyadari kasih karunia Allah yang menyelamatkannya sehingga ia selalu terdorong untuk membawa sesamanya mengalami anugerah keselamatan itu.

Mungkinkah kerendahan hati seperti itu terdapat pada manusia? Di dalam keberdosaan manusia, hal itu tidak mungkin terjadi. Tetapi di dalam Kristus, hal itu pasti bisa terjadi. Karena darah Kristus yang telah mengalir di Golgota, serta kebangkitan-Nya yang telah mengalahkan maut, sanggup menebus kita dari keangkuhan hidup kepada kerendahan hati yang sejati.

Keangkuhan hidup tidak pernah membawa manusia kepada kemuliaan. Hanya orang yang memiliki kerendahan hati sejatilah yang membawa dirinya kepada kemuliaan sejati. Kiranya Allah memberikan kita kerendahan hati untuk berdoa minta kerendahan hati yang sesungguhnya. (DS)