Keterhilangan

Devotion

Keterhilangan

30 November 2020

Kita pasti pernah kehilangan barang milik kita. Kalau barang tersebut tidak terlalu bernilai, kita cenderung melepaskannya dan tidak terlalu sedih. Paling banter kita kesal, kok barang tersebut bisa hilang. Tetapi kalau barang tersebut adalah barang kesayangan kita, apalagi kalau itu dari hasil jerih payah kita, maka kehilangan barang tersebut akan membuat kita sedih. Kita sedih beberapa saat, tetapi kesedihan tersebut akan hilang seiring berlalunya waktu, apalagi kita bisa mendapatkan barang ganti yang lebih baik. Dalam sekejap, kita melupakan barang yang hilang tersebut. Atau kita justru bersyukur bahwa barang tersebut hilang sehingga kita bisa mendapatkan yang baru.
Tetapi perasaan keterhilangan barang tentu saja tidak dapat disamakan dengan keterhilangan seseorang; apalagi itu orang yang kita kasihi. Saat orang yang kita kasihi meninggalkan kita untuk selama-lamanya, rasa keterhilangan membuat kita merasa sangat berduka. Kita akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat kita merelakan keterhilangan tersebut. Dan ketika kita mendapatkan ganti orang lain yang bisa kita kasihi dan saling mengasihi, maka keterhilangan tersebut akan hilang dengan segera.
Kalau kita melihat contoh-contoh di atas, maka kita bisa simpulkan bahwa rasa keterhilangan tersebut bisa hilang seiring waktu dan bisa digantikan.  Namun pernahkah kita merasa keterhilangan akan relasi dengan Allah? Kita seharusnya bukan hanya mengalami kesedihan yang mendalam tetapi malapetaka akan menimpa kepada kita. Keterhilangan akan relasi dengan Allah tidak akan ada yang bisa menggantikannya karena Dia adalah Allah Sang Pencipta alam semesta dan diri kita, tidak ada yang setara dengan-Nya sehingga mampu menjadi pengganti-Nya.
Dari Akitab kita tahu bahwa kita adalah manusia berdosa yang menolak Allah. Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dengan mengirimkan Anak-Nya yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus, mati di atas kayu salib untuk menggantikan hukuman kita dan Dia bangkit dari kematian pada hari yang ketiga untuk menebus dosa-dosa kita. Kita menolak Dia, namun Dia menghampiri kita. Keterhilangan kita akan relasi dengan Allah adalah karena dosa kita. Keterhilangan akan relasi dengan Allah membuat kita binasa. Namun kasih-Nya membawa kita kembali kepada-Nya. Bukan hanya itu, Dia juga terus memelihara kita hingga kita bertemu dengan-Nya. Marilah kita bertobat dan kembali kepada-Nya. [DS]