Melawan Dosa

Devotion

Melawan Dosa

30 August 2021

Apa itu dosa? Apakah dosa itu hanya mencuri, berbohong, menyontek, dan semua perbuatan jahat lain yang bisa kita deretkan? Betul, tentu saja semua itu adalah dosa, namun dosa bukan hanya sekadar perbuatan. Lebih jauh, dosa adalah sebuah kuasa yang mengubah manusia dari keadaan baik yang Tuhan ciptaan menuju keberadaan manusia yang bobrok dalam dosa. Keberdosaan inilah yang terus menerus menarik manusia untuk makin jauh dari kebenaran seperti gaya gravitasi.

Untuk menjatuhkan sebuah barang, kita hanya perlu melepaskan barang tersebut, dan gravitasi akan menarik barang itu ke bawah; dan untuk mendorong ke atas, kita memerlukan energi yang cukup untuk melawan gaya gravitasi yang ada. Seperti itulah kita dalam keberdosaan. Untuk berdosa, kita tidak perlu melakukan apa-apa, keberdosaan akan menarik kita ke bawah. Dengan diam saja, bengong, katakanlah demikian, kita sudah berdosa dengan membuang-buang waktu percuma. Untuk tidak berdosa, kita perlu mendorong diri, menyangkal diri kita agar bisa terus menerus mengerjakan pekerjaan Tuhan dengan rajin dan konsisten.

Dan bukankah ini yang kita lakukan? Membiarkan diri terjatuh di dalam gravitasi dosa. Coba pikirkan kenapa hari ini kita lebih suka bermain daripada belajar? Mengapa kita lebih suka bermalas-malasan daripada rajin? Mengapa kita lebih suka menonton yang entah bercerita tentang apa dibandingkan membaca hal yang berguna dalam pendidikan atau pekerjaan kita? Lalu, bagaimana kita menjadi seorang Kristen? Bagaimana kita sebagai pengikut Kristus?

Orang Kristen sejati ketika menyadari keadaannya sekarang di dalam keberdosaan, akan melawannya. Orang Kristen yang sudah diubahkan oleh Kristus akan pelan-pelan mengubah hidupnya untuk terus melawan dosa dan mendekat kepada Tuhan. Karena untuk itulah kita diciptakan pada mulanya, dan untuk itu juga kehidupan kita ditebus oleh darah yang mahal dari Yesus Kristus. Kita perlu mengendalikan diri kita untuk menjadi seorang yang mencintai Tuhan, kita perlu mengejar kebaikan, kebenaran, kekudusan, dan segala keindahan-Nya. Seorang Kristen haruslah mengubah hidupnya untuk mengejar hal yang bermakna daripada hal yang kosong. Kita perlu bekerja keras, mendorong diri kita untuk bisa konsisten mengerjakan pekerjaan Tuhan. Dengan demikian, kita melawan gravitasi dosa dan terus dikuduskan.  (TH)