Memuji Tuhan

Mazmur 117

Memuji Tuhan

28 September 2020

Ada sebuah istilah di dalam bahasa Inggris yaitu time to kill. Istilah ini digunakan untuk menyatakan adanya waktu kosong. Contohnya: “We’ve got some time to kill before the class starts.” Artinya: Kita masih memiliki waktu kosong sebelum kelas dimulai. Kita biasanya mengisi waktu kosong ini dengan melakukan hal-hal yang sederhana, seperti pergi ke kantin untuk jajan atau bermain dengan gawai kita.

Mungkin banyak orang yang berpikir bahwa waktu kosong yang singkat ini tidak mungkin sempat digunakan untuk diisi dengan hal-hal yang lebih serius, seperti memuji Tuhan atau merenungkan firman Tuhan. Memuji Tuhan dan merenungkan firman Tuhan tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Ini hanya bisa dilakukan dalam waktu yang lama dan dalam suasana yang khusus dan khusyuk–begitu mungkin pikir kita.

Mazmur 117 adalah pasal tersingkat di dalam Alkitab. Pasal ini hanya terdiri dari dua ayat saja. Hanya dengan 23 kata (dalam terjemahan LAI), pemazmur berhasil mengajak seluruh bangsa untuk memuji Tuhan. Ini artinya, di dalam waktu yang singkat pun, kita bisa memuji Tuhan!

Mazmur yang pendek ini mencakup di dalamnya suatu pujian yang berpusat kepada Kristus dan berfokus pada misi. Ajakan untuk memuji Tuhan kepada segala suku bangsa menunjukkan bahwa Injil harus disebarkan kepada setiap suku bangsa. Bahwa setiap suku bangsa akhirnya bisa memuji Tuhan, hanya mungkin terjadi melalui karya Kristus yang mati di atas kayu salib dan bangkit untuk menebus umat pilihan-Nya.

Jadi, bertentangan dengan yang kita pikirkan, bahwa memuji Tuhan hanya bisa dilakukan dalam waktu yang lama, Mazmur 117 ini justru menunjukkan kepada kita bahwa di dalam waktu kurang dari 30 detik kita bisa memuji Tuhan dengan makna theologis yang sangat dalam–yang berpusat kepada Kristus dan mandat Injil-Nya.

Inilah yang bisa kita lakukan di dalam waktu kosong kita yang hanya sebentar, misalnya di perjalanan singkat dari kampus atau kantor ke rumah kita, atau bahkan saat sekadar melihat matahari terbit di pagi hari dari jendela kamar kita–ini adalah momen-momen yang tepat untuk kita memuji Tuhan dan merenungkan karya-Nya. Dan hal yang pasti adalah, kita pasti bisa memuji Tuhan dengan keluar dari hati terdalam bila kita sendiri telah mengalami kasih Allah dan menghidupinya.

Dalam membaca Mazmur 117 ini, kita juga perlu mengingat Mazmur 147 yang mengatakan bahwa memuji Tuhan itu baik, bahkan indah, dan sudah selayaknyalah kita memuji-muji Dia. Barang siapa yang tidak menerima firman-Nya, tidak mengenal hukum-hukum-Nya dan tidak memuji Allah, akan binasa.

So, are we killing time to praise God and submit to Him? Or are we submitting our time to kill God? [WS]