Menjaga Hati

Christian Life

Menjaga Hati

18 September 2017

Bacaan: Keluaran 20:3, 17

Apakah inti dari perintah pertama? Perintah pertama melarang kita untuk memberikan penyembahan dan kemuliaan yang menjadi hak Allah kepada yang lain. Apakah yang menjadi inti dari perintah kesepuluh? Perintah kesepuluh melarang kita untuk merasa tidak puas, iri, atau kesal hati atas kebaikan yang dialami sesama kita, dan memiliki dorongan hati maupun perasaan yang tidak pantas terhadap milik diri. Perintah pertama dan kesepuluh ini adalah perintah yang membicarakan isi hati seseorang, padahal siapakah yang bisa mengetahui keinginan seseorang? Bukankah keinginan seseorang tersimpan di dalam hati orang itu? Perintah pertama adalah perintah yang paralel dengan perintah kesepuluh di mana kedua perintah ini bersifat batiniah, sedangkan perintah kedua sampai kesembilan bersifat lahiriah. Pelanggaran perintah kesatu dan kesepuluh terjadi di dalam hati, sedangkan pelanggaran perintah kedua sampai kesembilan dapat dilihat oleh mata jasmani sesama kita. Perintah pertama melarang kita untuk mengingini hak milik Tuhan (untuk disembah) diberikan kepada hal-hal lain di dalam hati kita. Perintah kesepuluh melarang kita untuk mengingini hak orang lain di dalam hati kita juga.

Kesepuluh hukum Taurat ini dibuka dan ditutup dengan perintah yang sifatnya di dalam hati. Ternyata sumber segala permasalahan itu adanya di dalam hati, maka hukum dalam kekristenan selalu terutama terkait dengan motivasi. Ketika Tuhan memberi perintah, pertama-tama memang ternyata urusannya adalah dengan hati! Karena itu marilah kita sungguh-sungguh berusaha menjaga hati kita. Urusan terbesar seorang manusia, khususnya kita sebagai orang Kristen, adalah bagaimana dia dapat menjaga hatinya lurus di hadapan Tuhan. Pengadilan di dalam dunia ini tidak bisa menghakimi motivasi hati seseorang, namun mari kita selalu ingat bahwa Tuhan mampu melihat ke dalam hati kita yang paling dalam dan tidak ada yang bisa melarikan diri di hadapan-Nya. Jika selama ini kita memiliki dosa yang sesama kita tidak tahu, marilah bertobat karena ingat! Tuhan mengetahui isi hati kita. (AMM)