Menyakiti & Disakiti

Devotion

Menyakiti & Disakiti

8 August 2022

“Lebih baik temenan sama binatang saja daripada manusia. Setidaknya binatang gak nyakitin hati gue.”

Apakah ada yang pernah punya pemikiran seperti itu? Belakangan ini ada orang yang mengatakan itu kepada saya dan saya pikir miris sekali hidup ini ya. Miris dan hopeless sekali dunia ini sampai ada yang berpikir seperti itu. Manusia yang adalah mahkota ciptaan Allah, yang seharusnya mempunyai logika dan etika haruskah berakhir dengan pemikiran cukup berelasi dengan binatang saja?

Di dalam Alkitab diceritakan bahwa setelah Allah menciptakan Adam dan seluruh isi dunia ini, Allah melihat manusia itu tidak baik seorang diri saja. Padahal waktu itu sudah ada binatang, tumbuhan, dan seluruh isi bumi. Allah tetap melihat Adam perlu manusia lain. Adam tidak bisa hidup sendiri. Kenapa begitu? Karena memang antara manusia dan binatang itu tidak sepadan. Manusia baru bisa sepadan jikalau berelasi dengan sesama manusia.

Tetapi manusia makin hari makin jahat, karena sudah jatuh ke dalam dosa. Alkitab mengatakan tidak ada manusia yang berbuat baik, seorang pun tidak. Semua manusia berdosa akan makin berdosa. Sebagai orang Kristen yang sudah mengetahui hal ini, kita boleh sedikit bernapas lega karena Alkitab sudah mengatakan demikian.
Tetapi bukan berakhir di situ saja. Dunia ini memang sudah berdosa, dan dunia ini tidak akan bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Manusia berdosa tidak akan bisa menyelamatkan manusia berdosa lainnya. Manusia yang berdosa akan menyakiti manusia berdosa lainnya.

Kita perlu Juruselamat. Juruselamat kita, Tuhan Yesus Kristus sudah datang ke dunia. Dia bukan Allah yang jauh di sana, yang tidak bisa kita mengerti. Dia datang ke dunia, Dia hidup di dunia, Dia memberikan teladan hidup kepada kita, sehingga kita bisa belajar dan mengerti harus bagaimana hidup di dunia ini, meneladani bagaimana berelasi dengan orang lain, mengerti bagaimana Tuhan Yesus yang penuh kasih juga Tuhan Yesus yang bisa marah.

Tuhan Yesus datang ke dunia, dan hidup seperti kita manusia, tetapi Tuhan Yesus tidak pernah berdosa sekalipun. Bukan hanya tidak berdosa, Tuhan Yesus justru menyelamatkan kita dari dosa. Kita yang tadinya dibelenggu dan terikat dosa, sekarang bisa hidup dan diselamatkan dari dosa. Kristus telah menebus dosa-dosa kita, maka dunia ini seharusnya tidak se-hopeless itu lagi. Manusia berdosa yang tadinya penuh dengan iri, dengki, dan dendam sekarang sudah bisa berelasi dengan penuh kasih, saling menghargai dan menghormati.

Melalui kematian Kristus, dosa telah dihapuskan dan melalui kebangkitan Kristus kita diyakinkan bahwa hidup kita memiliki harapan di dalam Kristus. Sebagai orang Kristen sepatutnya kita hidup dengan pengertian dan pengharapan yang demikian di dalam Kristus sehingga kita tidak lagi menutup diri untuk berelasi dengan manusia lain. (SD)