Nothing Without God

Christian Life

Nothing Without God

23 November 2020

We are nothing without God. Kita tidak bisa apa-apa tanpa Tuhan. Kalimat ini begitu sering kita dengar, sampai mungkin terdengar sangat klise buat kita semua. Ya, itu adalah faktanya, fakta yang dipaparkan secara jelas dalam Alkitab. Tanpa Allah, tidak ada ciptaan. Allah adalah Pencipta dan Ia mencipta dari tidak ada menjadi ada (creatio ex nihilo). Manusia tak akan ada tanpa Allah. Seluruh alam semesta ini tak akan ada tanpa Allah yang menciptakannya. Allah-lah sumber segala sesuatu, maka sudah sepatutnyalah kita sebagai ciptaan yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, takut dan tunduk kepada Allah. Sudah seharusnya kita hidup seperti apa yang Tuhan inginkan, memberikan apa yang menjadi hak Tuhan dan bukannya hidup seolah-olah hidup ini adalah milik kita sendiri.

Tetapi mari coba kita renungkan, apakah yang telah manusia perbuat di dalam hidupnya? Roma 1:18-32 memberitahukan kepada kita bagaimana manusia berdosa menindas kebenaran dengan kelaliman, sekalipun mengenal Allah tetapi tidak memuliakan Allah, bahkan menyangkal Allah yang jelas-jelas ternyatakan melalui ciptaan-Nya. Manusia menganggap dia mampu menentukan hidupnya sendiri, melakukannya sendiri dengan caranya sendiri. Inilah kecelakaan yang paling mengerikan dalam hidup manusia. Dia merasa bebas merdeka menentukan hidupnya sendiri, tetapi sesungguhnya ujungnya menuju maut (Ams. 14:12).

Kita mungkin menganggap kita tidak seperti demikian. Apalagi bila kita melihat diri kita sebagai orang cukup baik, tidak pernah mencuri, apalagi membunuh, memiliki belas kasihan dan ringan tangan menolong orang lain, rajin belajar, dan sebagainya. Bahkan kita adalah orang yang rajin ke gereja, aktif dalam pelayanan. Tetapi jika kita melakukan semua itu dengan menganggap semua itu adalah karena berasal dari kemauan dan kemampuan diri kita, sesungguhnya kita hidup dalam penyangkalan akan Allah. Mulut kita boleh mengatakan semua itu berasal dari Allah, tetapi kalau mau jujur, hati kita terdalam mengatakan bahwa semua itu bersumber dari kita. Padahal sesungguhnya kita jelas tahu bahwa tanpa topangan tangan Allah, menarik napas sekali pun kita tidak mungkin bisa. Tidak ada satu titik dalam hidup kita yang bisa kita lakukan tanpa topangan tangan Allah. Tidak ada sepersekian detik dalam alam semesta ini yang bisa berjalan tanpa topangan tangan Allah. Yes, we are absolutely nothing without God. But God, still is everything without us.

Marilah kita memohon belas kasihan Tuhan untuk membawa kita kembali mampu hidup meng-Allah-kan Allah yang sejati secara nyata. Kiranya Allah menolong kita! (TH)