Penerimaan

Devotion

Penerimaan

12 July 2021

Bacaan: Yohanes 1:11

Berbeda dengan kondisi di tahun 1963 ketika Martin Luther King meneriakkan penerimaan yang sama untuk setiap ras, maka di zaman ini setiap orang berteriak untuk menuntut penerimaan atas diri mereka “apa adanya”, apa pun masalah, orientasi seksual, dosa, dan segala label yang diberikan. Hal ini terjadi karena mereka menyadari akan kelemahan dalam diri setiap orang. Dengan alasan inilah mereka menggunakan rasa empatinya untuk menerima orang lain dan berharap bahwa diri mereka juga akan diterima.

Penerimaan akan orang yang berbeda dan memiliki kelemahan tentunya dipandang baik oleh mayoritas orang di zaman ini. Namun hal ini bisa jadi tidak sepenuhnya baik jika dipandang menggunakan kacamata kekristenan. Ketika dunia menggaungkan penerimaan “apa adanya”, dalam kekristenan, penerimaan “apa adanya” harus berjalan beriringan dengan pertobatan. Ketika kekristenan menuntut adanya pertobatan, di sinilah dunia menuduh kekristenan tidak dapat menerima mereka apa adanya. Padahal pandangan ini sepenuhnya salah.

Jikalau kita memperhatikan apa yang dinyatakan Alkitab, Yohanes di dalam Yohanes 1:11 menyatakan ketika Anak Allah dengan rendah hati datang ke dunia untuk menjalankan kehendak Bapa untuk menyelamatkan manusia, justru manusia malah menolak-Nya. Ketika nabi-nabi diutus untuk membawa manusia kepada pertobatan, mereka dibunuh sebagai utusan Allah. Sampai pada akhirnya Anak Allah sendiri datang ke dunia, manusia juga membunuh dan menyalibkan Dia. Sampai sekarang pun suara yang mengajak manusia untuk bertobat masih terus berkumandang melalui hamba-hamba-Nya namun manusia kerap menolak-Nya. Pada kenyataannya merekalah yang menolak Allah, mereka yang menolak kekristenan. Teriakan penerimaan sesama manusia sebenarnya hanya omong kosong belaka. Di balik teriakan itu, sebenarnya terdapat satu bisikan yang mengatakan, “Engkaulah yang harus menerima diri saya dan mengikut saya!”

Dunia hanya akan memikirkan penerimaan sesama dengan harapan mereka juga diterima. Tetapi Tuhan yang tidak membutuhkan kita, menerima kita apa adanya dan terus mendidik kita makin berkenan di hadapan Allah. Anak Allah datang ke dunia bukan untuk meminta penerimaan dari manusia, malahan Dia terlebih dahulu menerima diri kita yang tidak layak diterima. Sebagai orang Kristen yang sudah mengetahui hal ini pun, kita masih sering kali menolak Kristus dalam hidup kita dengan cara menolak suara Roh Kudus yang berbicara melalui firman dan hati kita. Marilah kita bertobat dan kembali kepada Tuhan oleh karena sadar akan ketidaklayakan kita yang sudah diterima oleh Tuhan. Dengan cara demikianlah kita juga bisa menerima diri kita dan orang lain dengan kasih Tuhan, sambil terus berdoa bagi mereka dan diri kita supaya terus dikuduskan. (S)