Penolongku Ialah Dari TUHAN

Devotion

Penolongku Ialah Dari TUHAN

5 October 2020

Mazmur 121 merupakan nyanyian ziarah orang Israel. Terdapat lima belas pasal Mazmur ziarah ini.  Dimulai  dari Mazmur 120 dan terakhir di pasal 134. Di dalam bahasa Ibrani judul dari rangkaian mazmur ini adalah “Nyanyian Pendakian”. Nyanyian-nyanyian mazmur ziarah ini menceritakan perjalanan umat Tuhan untuk beribadah ke Bait Allah. Semua suku Israel pergi ke Bait Allah untuk menyembah, mempersembahkan korban-korban,  menyaksikan kebesaran Allah YAHWEH. Adalah suatu kebiasaan bagi bangsa Israel pada masa itu berziarah ke Yerusalem. Ini adalah kegiatan yang secara rutin dikerjakan orang Israel setiap tahunnya. Mazmur 121 ini dinyanyikan ketika mereka akan pergi dan pulang meninggalkan Yerusalem.

Siapakah penulis Mazmur 121? Tidak diketahui. Mazmur 121 berisi delapan ayat. Dimulai dengan sebuah  pertanyaan di ayat 1. Kemudian pemazmur memberikan jawaban dan penjelasan di ayat 2-8. Ini menggambarkan perjalanan iman yang hidup, iman yang bertumbuh. Berangkat dari kekhawatiran, diakhiri dengan keyakinan iman yang teguh.

Di ayat 1 pemazmur menggambarkan masalah-masalah, kesulitan-kesulitan, tantangan, bahaya, baik dari alam maupun dari penyamun dalam perjalanan ziarah ini. Apakah mereka akan selamat? Apakah segala harta bendanya tetap aman, tidak dirampok penjahat atau bangsa lain? Ia menyadari ketidakberdayaannya, baik diri sendiri ataupun orang lain. Pemazmur kemudian “melayangkan matanya ke gunung-gunung: Dari manakah akan datang pertolonganku?” Di zaman kuno, gunung kerap menjadi tempat pemujaan berhala, tempat kediaman para dewa, juga tempat berisinya binatang buas dan penyamun. Pemazmur menggambarkan permasalahan hidup itu dengan sebuah benda “gunung”. Di ayat 2 pemazmur  meresponi, “Pertolonganku ialah dari TUHAN yang menjadikan langit dan bumi.” Gunung setinggi dan sebesar apa pun pemazmur tidak takut karena alam semesta adalah milik Tuhan.

Inilah penghiburan bagi umat Tuhan yang mengalami kekhawatiran. Penolong Israel bukan hanya menjadikan langit dan bumi. Ia juga turut berkarya dalam hidup mereka, menjaganya dari kaki goyah, terantuk, panasnya terik matahari, dan dinginnya malam (ay. 3-8). Itulah janji-janji  pemeliharaan Allah kepada umat-Nya (Ams. 3:23-26, 1Sam. 2:9, Yes. 27:3).

Mari kita merenungkan, apakah Allah Penolong Israel juga adalah Allah yang kita yakini yang menjaga kita selama ini? Apakah ketika kita menghadapi semua kesulitan hidup, baik dalam hal keuangan, studi, pekerjaan, relasi, pelayanan, kita tetap  percaya bahwa Penolong kita adalah Tuhan yang menjadikan langit dan bumi? Apakah ketika gunung-gunung itu datang, kita tetap sanggup berdiri kokoh tanpa menyimpang ke kanan ataupun ke kiri?

Kiranya Allah menolong kita untuk beriman kepada-Nya dengan benar. (SE)