Rendah Hati

Devotion

Rendah Hati

4 December 2017

Bacaan: Matius 3:13-15

Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rendah hati itu berarti menjadikan diri tidak sombong atau angkuh, dan itu tidak jauh berbeda dari apa yang kita pikirkan. Biasanya ketika seseorang memuji kita pintar, kita mengatakan, “Ah tidak. Saya tidak pintar, biasa saja kok. Kamu berlebihan!” Orang itu akan merasa kita terlalu rendah hati. Misal lagi ketika teman-teman kita memilih kita sebagai salah satu calon ketua organisasi di kampus, kita dengan rendah hati menolak karena merasa ada orang yang lebih pantas. Betulkah itu yang namanya rendah hati? Kalau demikian, mengapa ketika orang lain memuji teman kita lebih pintar dari kita, hati kecil kita mulai sedikiiiit merasa tidak nyaman? Mengapa ketika kita sudah menolak ditunjuk dan akhirnya orang lain yang dijadikan calon ketua, hati kecil kita malah mulai sedikiiit merasa diri ini tersingkir? Apa yang terjadi? Apa betul selama ini kita sudah rendah hati?

Bila kita mengingat peristiwa Tuhan Yesus dibaptis, Yohanes Pembaptis merasa dirinya sangat tidak layak membaptis Yesus, ia bahkan mencegah Yesus yang datang kepadanya untuk dibaptis. Yohanes mengatakan, “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, masakan Engkau yang datang kepadaku?” Tetapi jawab Tuhan kita, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah,” dan Yohanes pun menuruti-Nya.

Maka, kerendahan hati bukan sekadar tidak menjadikan diri ini sombong atau merasa diri ini tidak layak. Yohanes Pembaptis memang tidak layak membaptis Tuhan Yesus. Kalau kita yang menjadi Tuhan Yesus pasti kita juga berpikir kita lebih tinggi dari Yohanes, dan seharusnya kita yang membaptis. Tetapi Tuhan kita dengan penuh rendah hati merendahkan diri-Nya di bawah kehendak Bapa, bukan di bawah kelayakan diri. Yesus bahkan mengajak Yohanes untuk juga merendahkan hatinya di bawah kehendak Bapa, bukan di bawah rasa ketidaklayakan. Bagaimana dengan kita hari ini? Mari kita semua memohon kepada Allah agar kita rela merendahkan hati ini di bawah kehendak Bapa, bukan yang lain. (LS)