Sandaran Satu-satunya

Christian Life

Sandaran Satu-satunya

9 September 2019

Bacaan: Yakobus 1:2

Kita pasti tidak ingin mengalami hal yang buruk dalam kehidupan kita. Tetapi dalam dunia ini kita pasti akan merasakan hal yang buruk, tidak mungkin seorang manusia dapat hidup tanpa mengalami hal yang buruk sekali pun dalam dunia ini. Hal ini menggenapkan apa yang tertulis dalam Kitab Kejadian 3. Namun, ketika hal buruk terjadi dalam kehidupan kita, bagaimana kita meresponinya? Apakah kita terus berfokus kepada kemalangan kita ataukah kita terus bangkit dengan memandang hanya kepada Dia yang telah mati dan bangkit bagi kita?

Banyak hal telah terjadi dalam kehidupan kita, ada yang senang maupun susah. Bisakah kita melihat segala hal yang terjadi dalam hidup kita adalah untuk membawa kita mendekat kepada-Nya? Hal yang baik membuat kita melihat Tuhan yang penuh kasih, hal yang buruk seharusnya membuat kita bisa lebih melihat betapa besar kasih dan anugerah Tuhan dalam hidup kita. Karena ketika kita berada di “titik paling bawah” dalam hidup kita barulah kita bisa melihat anugerah pimpinan Tuhan. Ada suatu ungkapan yang cukup baik mengenai hal ini, we may not realize what it means for God to be our strength until we’re weak enough that He is our only option (Jon Bloom). Tuhan terkadang membuat kita benar-benar terpojok hingga tidak memiliki sandaran lain supaya kita bisa melihat bagaimana Dia selama ini menopang kita. Puji Tuhan! (YL)