Sementara dan Terbatas

Devotion

Sementara dan Terbatas

25 January 2021

Sementara dan Terbatas
Bacaan: Amsal 16:9
Siapa yang mengetahui sebelumnya bahwa akan ada suatu virus yang menjadi momok bagi seluruh manusia di muka bumi? Siapa yang mengetahui sebelumnya bahwa pandemi COVID-19 akan berlangsung selama ini? Tentunya tidak ada satu pun manusia yang mengetahui hal tersebut. Semua manusia dikejutkan oleh penyebaran COVID-19 yang cukup cepat dan menghampiri seluruh lapisan masyarakat. Kaum elit sekalipun tidak mampu menghindarinya. Penyebaran virus ini sudah mengubah banyak hal di dunia. Tahun 2020 akan menjadi tahun yang tercatat di dalam sejarah. Di tahun ini tingkat kematian manusia meningkat tajam dan di tahun ini pula perekonomian dunia kembali terguncang.
Kita adalah manusia terbatas yang tinggal di dalam kesementaraan. Kita tidak mampu mengontrol segala sesuatu di dalam hidup kita untuk menjadi sesuai yang kita harapkan. Kita mungkin saja bisa membuat perencanaan sampai sedetail mungkin untuk masa depan kita, tetapi tidak ada jaminan bahwa semua yang kita rencanakan akan terwujud. Bahkan setiap detik di hadapan kita pun tak dapat kita kuasai. Jadi, apakah kita tidak perlu berencana? Tentu tidak.
Kesadaran akan keterbatasan kita bukan menjadi alasan untuk kita bisa hidup sembarangan. Sebagai orang Kristen, kita tidak hidup mengikuti arus, kita harus menjadi orang yang terencana sesuai dengan pimpinan Tuhan. Kita boleh sangat terencana, namun kita tidak boleh mengikuti apa yang kita inginkan melainkan yang Allah inginkan. Mungkin hal tersebut terdengar gampang, namun kita masih sering gagal.
Kita sering kali jatuh dalam ekstrim yang salah. Di satu sisi kita bisa menjadi sangat terencana dalam setiap aspek kehidupan kita. Hal itu membuat kita mengabaikan pimpinan Tuhan yang dinamis. Kita menjadi tidak sensitif akan kehendak Tuhan. Di sisi lain, kita merasa menjadi orang yang ingin mengikuti pimpinan Tuhan, sehingga kita tidak perlu membuat rencana apa pun. Di dalam ketidaksadaran kita bahwa kita sering gagal melihat kehendak Tuhan, kita menjadi orang yang sembarangan.
Marilah kita menjadi orang yang merencanakan segala sesuatu dengan mengikuti apa yang Tuhan kehendaki. Setiap hal yang kita rencanakan hendaknya kita serahkan kepada Tuhan yang mempunyai kuasa atas sejarah dunia. Mungkin tidak semua yang kita alami sesuai dengan yang kita kehendaki, mungkin banyak hal terjadi di luar rencana kita, namun kita harus percaya di dalam setiap waktu yang kita lalui, tangan Tuhan yang sedang bekerja. “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya” (Ams. 16:9).