Siapa Tuhan? Tuhan siapa?

Devotion

Siapa Tuhan? Tuhan siapa?

20 December 2021

Banyak orang yang bertanya apakah Tuhan ada atau tidak, tetapi lebih banyak lagi yang bertanya, “Tuhan itu seperti apa sebenarnya?”

Semua pertanyaan tentang Tuhan membawa kita kepada suatu kesadaran, kita semua bertheologi. Istilah theologi lebih sering kita kenal dalam istilah “Sekolah Theologi” alias sekolah khusus untuk semua orang yang akan menjadi pendeta atau hamba Tuhan. Padahal seperti kata Martin Luther (1535), “We are called theologians, just as (we are) all (called) Christians.” Setiap Kristen seharusnya mengenal siapa Tuhannya. Pengenalan akan Tuhan bukan hanya sesuatu yang bisa dirasakan dalam hati atau apa yang kita pikir benar, tetapi harus berdasarkan Alkitab. Alkitab telah memberitahukan kepada kita mengenai siapa Allah kita. Alkitab telah menjabarkan dengan jelas bagaimana Allah menciptakan pria dan wanita dan ciptaan lainnya. Alkitab menceritakan bagaimana seharusnya manusia menikmati suatu persekutuan kudus dengan Tuhan.

Akan tetapi karena dosa masuk ke dalam dunia, semuanya rusak. Dosa membuat kekacauan dan bukan keteraturan, kematian dan bukan hidup. Dosa juga membuat kita menyembah ilah-ilah palsu, bukan Allah yang sejati.

Alkitab telah menceritakan bagaimana peringatan demi peringatan telah diberitakan dari sejak umat Israel mula-mula. Suara kebenaran dan peringatan demi peringatan telah bergema sejak awal mula Adam dan Hawa, bahkan sampai sekarang. Namun respons manusia tidak pernah baru di bawah matahari.

Hati yang telah dirusak oleh dosa terus menerus menyeleweng. Hati yang berdosa terus mencari Allah tetapi tidak pernah menemukan Allah. Kerusakan sedemikian membuat manusia mustahil menemukan Allah dengan kemampuannya sendiri.

Secara “ekstrem” penulis bisa menyatakan percuma kita berdoa, percuma kita bernyanyi pujian penyembahan kepada Allah, percuma kita membaca Alkitab bahkan ribuan kali sekalipun, jikalau Allah tidak lebih dahulu menyingkapkan “selubung dosa” itu dari mata kita. Kalau Allah tidak lebih dahulu berbelaskasihan kepada kita, percuma semua tindakan rohani kita. Karena itu benarlah kata Alkitab, “Betapa besar kasih Allah kepada manusia sehingga Ia mengaruniakan akan anak-Nya yang tunggal, supaya yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16).

Puji nama Tuhan atas belas kasihan-Nya sehingga kita dimampukan untuk mulai bertheologi dengan benar. Atas belas kasihan-Nya, kita dilahirbarukan sehingga dapat mengenal Tuhan sejati dengan benar. Halleluya! (TH)