Terlalu Kecil di Mata Tuhan?

Short Articles

Terlalu Kecil di Mata Tuhan?

24 December 2018

“Aduh, saya mah bodoh dan ga banyak talenta. So, tidak dulu deh. Tidak bisa melayani dan berbagian dulu dalam pekerjaan Tuhan saat ini.” Apakah benar Tuhan hanya memberikan kuasa kepada mereka yang seperti super-human dalam hal rohani? Apakah benar Tuhan tidak dapat memakai orang yang paling rendah?

Jawabannya tidak! Kita bisa melihat banyak sekali contoh dalam sejarah di mana Tuhan mempraktikkan tulisan Paulus kepada jemaat di Korintus seperti ini. “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah” (1Kor. 1:27-29).

Kita melihat kisah di Alkitab seperti:

  • Tuhan memakai Musa yang tidak pandai bicara untuk memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir.
  • Ketika sudah sampai tanah Kanaan dengan pimpinan Yosua, mereka berhadapan dengan kota yang hebat, yakni Yerikho. Untuk menaklukkan kota ini, orang Israel tidak perlu berperang, hanya mengelilingi kota Yerikho sambil meniup sangkakala tanduk domba.
  • Tuhan juga pernah menyuruh puluhan ribu tentara pulang, dan hanya memakai 300 orang di bawah kepemimpinan Gideon untuk mengalahkan bangsa Midian.
  • Tuhan tidak memilih orang yang dipandang masyarakat, melainkan memilih nelayan dan bahkan pemungut cukai yang dibenci oleh masyarakat saat itu untuk mengabarkan Injil. Dan dalam waktu yang sangat singkat, Injil Tuhan sudah sampai ke berbagai belahan dunia, termasuk India!
  • Paulus yang selalu terlihat hebat pun mengaku memiliki duri dalam daging yang dia terus minta Tuhan untuk cabut – namun Tuhan berkehendak supaya duri itu tetap ada supaya kuasa Tuhan menjadi sempurna.
  • Tuhan bahkan memilih seorang gadis miskin dan lemah untuk menjadi ibu yang melahirkan Yesus Kristus, Tuhan semesta alam, ke dunia.
  • Seorang anak kecil melihat bahwa lebih dari 5000 orang lapar dan butuh makanan. Dia hanya memiliki lima roti dan dua ikan. Ya percuma saja, mana mungkin sih makanan yang sedikit ini bisa jadi berkat bagi banyak orang. Paling baik juga mungkin boleh dibagikan ke beberapa orang saja atau dimakan sendiri sampai kenyang. Namun, seperti yang kita ketahui, Tuhan Yesus memberikan mujizat melalui makanan yang sebenarnya sedikit sekali. Roti dan ikan yang begitu remeh menjadi roti dan ikan yang paling terkenal di dunia. Hal itu telah menjadi berkat bagi banyak orang.

Memang benar kita harus menjaga dan mempersiapkan hidup kita sebaik-baiknya untuk dipakai Tuhan.  Tetapi kita bisa melihat bahwa Tuhan berulang kali memakai orang yang lemah, yang tidak berpendidikan, yang sedikit secara jumlah, dan dengan cara yang begitu remeh untuk melakukan kehendak-Nya! Kalau begitu, apa dong yang membuat mereka berbeda? Jawabannya: hati yang mau menyerahkan hidup mereka untuk Tuhan. Apa pun yang mereka miliki, mereka berikan. Hai Pemuda Kristen, maukah kita semua menyerahkan apa yang kita punya kepada Tuhan? (EYST)