Dua Perumpamaan

Reforming Heart - Day 244

Matius 13:31-35

Dua Perumpamaan

Devotion from Matius 13:31-35

Dua perumpamaan hari ini adalah perumpamaan yang singkat, tetapi menyimpulkan bagaimana Kerajaan Allah akan makin memberikan pengaruhnya. Ayat 31 mengatakan bahwa Kerajaan Surga seumpama biji sesawi. Biji ini sangat kecil. Diameternya saja kurang dari setengah milimeter. Tetapi setelah bertumbuh menjadi besar, pohonnya akan sangat besar sehingga burung-burung pun datang dan bersarang padanya. Demikian juga Kerajaan Surga, dimulai dari apa yang sangat kecil dan tidak diperhatikan, hingga bertumbuh begitu besar sehingga menjadi tempat berteduh bagi burung-burung. Tuhan menyatakan Kerajaan-Nya yang mencakup seluruh Surga dan seluruh pasukan malaikat dengan cara yang sangat sederhana di bumi ini, yakni cara yang sangat tidak diperhatikan oleh dunia. Dia memakai Seorang yang mati di kayu salib. Dia mengumpulkan sekelompok nelayan sederhana untuk menyebarkan Kerajaan-Nya. Dia membiarkan pengikut-Nya menjadi golongan tertindas selama 3 abad. Hanya benih sesawi yang kecil! Siapakah yang memerhatikan? Tetapi dari yang kecil Tuhan memberikan pertumbuhan terus hingga menjadi besar, jauh lebih besar daripada permulaannya. Tetapi seorang theolog pernah menafsirkan bahwa ketika benih tersebut telah menjadi pohon yang besar dan burung-burung bersarang pada cabang-cabangnya, itu berarti setelah Kerajaan Allah dinyatakan dengan makin besar di dunia ini, si jahat akan mengganggunya dari dalam. Mengapa dia menafsirkan begini? Karena dalam perumpamaan sebelumnya (ay. 4), burung yang dimaksud adalah si jahat yang mengambil benih dari sang penabur. Jika demikian, maka Yesus sedang memberikan peringatan bahwa ketika pekerjaan Tuhan menyatakan kerajaan-Nya semakin luas dan besar, Iblis akan makin gencar mengganggunya dari dalam.

Kerajaan Allah dinyatakan melalui pekerjaan Tuhan di dalam gereja-Nya. Gereja-Nya bertanggung jawab untuk menyatakan cara hidup yang sesuai dengan tuntutan Tuhan di dalam kerajaan-Nya. Gereja-Nya juga harus menyebarkan pengenalan akan Dia kepada seluruh bumi. Gereja-Nya harus menjadikan seluruh bangsa murid Tuhan Yesus. Demikian besar jangkauan yang Tuhan percayakan kepada gereja-Nya, padahal gereja-Nya dimulai dengan sangat kecil, hanya seperti biji sesawi saja. Tetapi, sebagaimana diperingatkan oleh Yesus, ketika gereja semakin besar pengaruhnya, di situ burung-burung akan bersarang pada cabang-cabangnya. Di situ utusan si jahat akan datang dan mengacaukan gereja. Semakin besar, semakin tidak tersaring siapa yang ada di dalam gereja. Dan karena itu kedatangan Iblis yang akan mengacaukan gereja Tuhan pun tidak terdeteksi. Semakin besar, semakin berat tantangan yang harus dihadapi gereja Tuhan, tetapi gereja harus bertumbuh! Menjadi besar itu sulit, tetapi gereja harus bertumbuh menjadi besar. Semakin besar pengaruh, semakin besar serangan, tetapi gereja harus menjadi semakin berpengaruh. Di mana potensi bertambah, di situ juga kesulitan akan bertambah. Semakin besar pohon, semakin banyak burung bersarang.

Kiranya kita semua siap sedia ketika Tuhan mengizinkan gereja-Nya bertambah besar. Siap sedia menghadapi tantangan yang semakin berat. Mungkin tantangan itu berupa godaan untuk menyelewengkan uang yang demikian banyak. Mungkin tantangan itu berupa perpecahan dan perkelahian dari dalam. Mungkin tantangan itu adalah ajaran sesat. Mungkin juga tantangan itu adalah kelesuan spiritual di dalam diri jemaat suatu gereja. Kiranya kita terus bertahan di dalam segala tantangan ini dan menjadi orang-orang Kristen yang mempunyai perasaan tanggung jawab dalam terus memperkembangkan pekerjaan Tuhan.

Perumpamaan kedua adalah perumpamaan mengenai ragi yang ditabur di adonan untuk membuat adonan itu mengembang dan siap untuk dibakar menjadi roti. Ragi begitu sedikit. Tetapi setelah ditaburkan, ragi itu sudah memengaruhi seluruh adonan. Di dalam perumpamaan ini Yesus Kristus sedang menjelaskan bagaimana “biji sesawi” yang kecil itu bisa menjadi “pohon dengan banyak cabang” seperti perumpamaan sebelumnya. Bagaimana Kerajaan Surga dapat berkembang dari yang sangat kecil menjadi sangat besar? Tidak seperti kerajaan dunia ini, Kerajaan Surga bertumbuh dan berkembang menjadi besar tanpa perang dan kekuatan senjata. Kerajaan Surga tidak menaklukkan bangsa-bangsa dengan penyerangan dan pengepungan benteng-benteng. Kerajaan Surga dari tidak terlihat menjadi pengaruh yang sangat besar di mana penyebarannya digambarkan dengan sangat tepat oleh berkembangnya ragi ke seluruh adonan. Ragi itu bergabung, berkembang, pelan-pelan mengubah seluruh adonan. Inilah yang terjadi di dalam perkembangan kekristenan. Gereja Tuhan bertumbuh dengan pesat tetapi tidak terlihat. Satu orang memberitakan Injil kepada temannya, tetangganya, atau keluarganya. Lalu berita itu mulai memengaruhi orang-orang sederhana di dalam Kerajaan Romawi yang luas, di antara orang Yahudi, Yunani, Romawi, dan bangsa-bangsa di dalam kerajaan Roma yang besar itu. Kerajaan Surga mulai menaklukkan dunia dengan cara yang diam-diam, cepat, tetapi tidak menarik perhatian. Penyebarannya terjadi tanpa banyak diketahui oleh orang lain. Tiba-tiba seluruh Roma telah dipengaruhi oleh kekristenan.

Mari kita melayani Tuhan dengan terus memperkembangkan gereja-Nya dengan cara seperti ini. Memberitakan Injil, hidup di dalam kebenaran dan kekudusan, hidup dengan cara yang wajar dan menjadi contoh bagi yang lain, bekerja keras, tidak menjadi pencari kesenangan. Dengan cara inilah kekristenan menyebar. Tuhan terkadang memakai cara-cara besar yang sangat menarik perhatian, misalnya ketika Petrus berkhotbah dan mempertobatkan 3.000 orang (Kis. 2:41). Tetapi setelah itu kekristenan menyebar tanpa banyak terlihat. Tuhan tetap bekerja memakai khotbah-khotbah besar kepada orang banyak. Bahkan Tuhan tidak pernah berhenti melakukan hal ini. Paulus berkhotbah di Listra (Kis. 14:14-18), Atena (Kis. 17:19-21), Yerusalem (Kis. 21:27-28) dengan cara yang menggemparkan seluruh kota. Tuhan terus bekerja dengan karya-karya yang dinyatakan kepada banyak orang dengan dampak yang sangat besar. Hingga saat ini pun Tuhan tetap bekerja menyatakan kebangunan-kebangunan masal dengan membangkitkan pengkhotbah-pengkhotbah besar. Ini merupakan pekerjaan besar yang Tuhan kerjakan di dalam anugerah-Nya. Tetapi pekerjaan besar dengan dampak yang sangat besar dan segera ini tidak selalu terjadi. Sebaliknya, pekerjaan yang Dia kerjakan melalui orang-orang biasa yang tidak terlihat dan tidak terasa dampaknya secara langsung, adalah pekerjaan yang selalu Allah kerjakan. Dia terus membangkitkan orang-orang Kristen biasa seperti kita untuk menyebarkan Kerajaan-Nya di dunia ini. Seperti ragi yang menyebar di seluruh adonan, pekerjaan-Nya ini terjadi tanpa diketahui oleh orang-orang. Tetapi betapa besar dampak yang diberikannya pada waktunya.

Andaikan semua orang Kristen memahami dan menjalankan hal ini. Andaikan semua orang Kristen memberitakan Injil, semua memberi pengaruh melalui sharing kebenaran firman Tuhan, semua hidup dengan cara yang baik dan suci, semua terus memperkenalkan siapakah Allah kepada orang-orang di dunia ini, maka Kerajaan Surga pun akan makin memengaruhi dunia ini: Memengaruhi dengan cara yang tenang, diam-diam, tetapi terus menerus tanpa kenal lelah dan tanpa berhenti satu hari pun.

Untuk diingat:

  1. Tuhan memberikan pertumbuhan kepada gereja-Nya sebagai cara menyatakan Kerajaan Surga di bumi ini. Dia akan membuat apa yang awalnya nampak begitu kecil dan tidak berarti sama sekali menjadi begitu besar dan megah. Tetapi jangan lupa bahwa ketika pekerjaan Tuhan telah menjadi besar dan megah, akan datang banyak orang-orang yang mau mengambil keuntungan, yang pura-pura masuk melayani, tetapi sebenarnya hanya menginginkan keuntungan pribadi saja.
  2. Tuhan memberikan pertumbuhan dengan banyak cara, tetapi satu cara yang paling banyak Dia lakukan, yang tidak pernah berhenti Dia lakukan, adalah menyebarkan Kerajaan-Nya dengan cara yang tenang, diam-diam, tidak menonjol, tetapi dilakukan dengan tekun dan tidak pernah berhenti.

Doa:
Tuhan, mampukan kami untuk sungguh-sungguh dilatih peka terhadap kehendak-Mu. Mampukan kami juga untuk menghargai setiap bidang pelayanan-Mu. Biarlah kami melayani-Mu dengan giat, meskipun di dalam bidang-bidang yang remeh dan hina. Biarlah kami dipakai oleh-Mu setiap hari di dalam kehidupan kami. (JP)

Matius 13:31-35