Gembala dan Pencuri

Reforming Heart - Day 460

Yohanes 10:1-5

Gembala dan Pencuri

Devotion from Yohanes 10:1-5

Kitab Yehezkiel menuliskan teguran keras dari Tuhan bagi para gembala palsu (Yeh. 34:2-5). Karena merekalah umat Tuhan tercerai berai. Karena mereka tidak menyampaikan firman, karena mereka mencari keuntungan sendiri, dan karena mereka tidak menjalankan keadilan, maka umat Tuhan harus dibuang ke Babel. Tuhan murka karena para gembala itu. Siapakah para gembala itu? Mereka adalah para raja dan para pemimpin agama Israel. Mereka yang seharusnya menggembalakan umat Tuhan di dalam beribadah kepada Tuhan dan di dalam menjalankan keadilan Tuhan, merekalah yang justru menjadi korup dan menghancurkan umat Tuhan. Tetapi di dalam murka-Nya, Tuhan tetap menjanjikan pemulihan melalui Sang Raja pilihan-Nya, yang telah Dia tetapkan untuk menggantikan para gembala yang jahat itu, yaitu Daud (Yeh. 34:23-24). Siapakah yang dimaksud? Tentu yang dimaksud bukanlah Daud yang memerintah Israel menggantikan Saul. Yang dimaksud adalah Anak Daud yang akan meneruskan takhta Daud sampai selama-lamanya (2Sam. 7:12-13). Yang dimaksud adalah Sang Mesias, Yesus Kristus. Dialah gembala yang baik, yang akan menggantikan gembala-gembala yang jahat, yang telah Tuhan murkai. Apakah perbedaan utama gembala palsu dan gembala yang sejati? Yesus mengatakan pada bagian ini bahwa gembala yang sejati dikenal dan mengenal domba-domba-Nya. Istilah “mengenal” mempunyai makna yang lebih dalam daripada sekadar “tahu tentang seseorang”. Mengenal melibatkan komitmen, kasih, kesetiaan, dan sukacita di dalam berelasi. Gembala yang sejati mengasihi domba-domba-Nya, setia kepada perjanjian-Nya, dan memberikan kelimpahan bagi domba-domba-Nya. Sedangkan gembala yang palsu membiarkan domba-domba itu mati.

Ayat 1 mengatakan bahwa pencuri dan perampok masuk ke kandang dengan memanjat tembok. Mengapa dia memanjat tembok? Karena penjaga tidak akan membukakan pintu bagi dia. Penjaga tidak mengenal dia, maka pintu tidak akan dibukakan bagi dia. Tetapi gembala yang sejati dikenal oleh penjaga pintu. Kita harus membayangkan suasana di Israel pada waktu itu. Kandang biasanya berbentuk persegi dikelilingi oleh tembok, dan beberapa kandang memiliki sebuah bangunan kecil di pintu masuk untuk tempat penjaga berjaga-jaga. Gembala yang sejati dikenal oleh penjaga. Tetapi pencuri tidak dikenal. Dia harus melalui jalan yang lain, yaitu memanjat tembok. Di ayat 10 dikatakan bahwa pencuri datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Ini sama dengan yang dilakukan oleh para gembala palsu di dalam Yehezkiel 34. Mereka mengambil keuntungan atas domba-domba, mencari kekuatan politik, merampas harta para domba, mengajarkan ajaran palsu yang membuat para domba mengkhianati Allah mereka dan menyembah berhala. Semua ini membuat domba-domba dibuang ke pembuangan. Mereka mati karena kebobrokan para pemimpin. Tetapi ketika gembala sejati diangkat oleh Tuhan, gembala itu akan memulihkan kembali domba-domba Tuhan. Dari keadaan yang mati di pembuangan menjadi hidup dengan penuh kelimpahan.

Ayat 3 mengatakan bahwa Yesus, sebagai gembala yang baik, mengenal nama domba-domba-Nya. Nama berkait dengan identitas dan relasi. Yesus mengenal domba-domba-Nya karena Dialah yang memberikan identitas kepada mereka sebagai umat Tuhan. Umat Tuhan harus hidup sebagai umat Tuhan. Umat Tuhan tidak bisa hidup sama dengan dunia ini. Umat Tuhan hanya mungkin bahagia jika hidup bagi Tuhan. Siapakah yang dapat menjadikan kita umat Tuhan? Hanya jika Yesus memberikannya kepada kita melalui kuasa dan penebusan-Nya. Ayat 4 mengatakan bahwa domba-domba-Nya mengenal suara-Nya. Domba-domba memang bisa membedakan mana suara gembalanya dan mana bukan. Jika orang asing memanggil mereka, mereka tidak bereaksi sama sekali. Tetapi jika sang gembala yang memanggil mereka, segera mereka datang menghampiri gembala itu. Tuhan Yesus menyatakan relasi yang sangat indah di dalam kasih-Nya. Dia mengenal kita, dan kita harus melatih diri mengenal suara Dia. Gembala yang sejati datang dengan menawarkan kasih-Nya bagi kita. Dia menawarkan relasi yang sangat indah. Relasi yang Dia miliki dengan Bapa-Nya sekarang diberikan-Nya kepada kita. Dia bukan seorang yang mau mengambil apa yang dimiliki oleh para domba demi keuntungan pribadi. Dia menawarkan diri-Nya untuk memanggil kita ke dalam suatu relasi kasih yang indah di dalam Dia dan Bapa-Nya.

Tidak ada gembala sejati yang tidak mengasihi domba-domba dan berkorban demi domba-domba itu. Juga tidak ada domba sejati yang tidak mendengar suara gembalanya. Israel memiliki satu gembala, yaitu Kristus. Demikian juga umat Tuhan saat ini memiliki satu gembala, yaitu Kristus. Kita telah menjadi satu umat di dalam Dia yang menebus kita. Marilah belajar mendengar suara-Nya.

Untuk direnungkan:
Tidak banyak yang menyadari apa yang Yesus tawarkan. Dunia ini telah melatih kita untuk mencari kepuasan di dalam hal-hal yang remeh, dan pada saat yang sama melatih kita untuk meremehkan hal-hal yang memberi kepuasan sejati. Tidakkah kita sadar bahwa relasi kasih dengan Allah itu jauh lebih indah daripada apa pun? Orang-orang yang mencari sesuatu di luar Allah akan gampang dijebak oleh pencuri, yaitu para gembala palsu. Gembala palsu yang ingin memeras kita akan mudah menjerat orang-orang seperti ini. Hai, domba-domba Kristus yang dikasihi-Nya, mengapa mencari dunia dan lari dari kasih-Nya? Hai, domba-domba Kristus yang dikenal oleh-Nya, mengapa memberi hatimu untuk dosa dan kecemaran? Hai domba-domba yang terus lari menjauhi Sang Gembala, apakah yang dapat diperoleh di luar Dia? Di luar Dia hanya ada kematian. Untuk menebus kita dari kematian inilah Sang Gembala itu rela mati. Tetapi apa yang kita lakukan? Akankah kita terjun kembali ke jurang maut setelah Dia menebus kita dengan nyawa-Nya? Kembalilah kepada Dia. Jangan ganti relasi kasih yang Dia berikan dengan hal-hal abstrak dan mati dari dunia ini. Uang, keamanan, pengakuan, kenyamanan, kesenangan, bisakah semua ini menggantikan relasi kasih? Jika tidak, mengapa buang kasih Allah demi itu semua? Dengarlah suara Sang Gembala, hai domba-domba milik-Nya. Ingatlah bahwa kita ditebus oleh darah-Nya. Jika itu pun gagal kita lihat sebagai tanda kasih-Nya, maka kita akan terus dibutakan. Kita akan memalingkan telinga kita kepada para pencuri itu dan kita akan dibinasakan oleh mereka. Kita akan dibinasakan oleh dunia ini. Hanya Kristus yang memberi kita hidup. Betapa mengerikan kejahatan kita jika Kristus kita tolak. Itulah kebodohan paling besar dari umat manusia. Kita menolak Dia yang paling mengasihi kita, kita menikmati kepalsuan dan kesenangan sementara dari para pencuri. Kita menolak Dia yang disalib untuk mengikuti pencuri.

Doa:
Ya Tuhan, kami bersyukur karena Kristus adalah Gembala kami. Dia mengenal nama kami karena Dialah yang memberikan nama itu kepada kami. Kami disebut sebagai umat Tuhan karena Dia. Karena darah-Nya kami memiliki identitas itu. Ya Bapa, biarlah kami belajar mendengar suara Sang Gembala. Suara Dia seperti semakin kecil karena hiruk pikuk dunia ini. Kami tidak lagi berhenti dari segala kesibukan kami dan belajar mendengar suara-Nya. Kami membuat suara itu kecil karena kami memalingkan telinga kami dari Dia. Ya Bapa di surga, berikan kami hidup, hidup yang sejati, hidup yang berkelimpahan, hidup yang memahami makna relasi dan kasih Kristus. Berikanlah anugerah-Mu, ya Bapa, sehingga setiap kami berjalan mengikuti Sang Gembala, mendengarkan suara-Nya, dan menikmati kasih, perlindungan, penyertaan, dan bimbingan-Nya langkah demi langkah. (JP)

Yohanes 10:1-5