Khotbah Petrus #3

Reforming Heart - Day 323

Kisah Rasul 2:29-40

Khotbah Petrus #3

Devotion from Kisah Rasul 2:29-40

Pada bagian terakhir Petrus memperkenalkan Daud sebagai nabi. Ini merupakan hal yang sangat dipahami oleh orang Yahudi. Mereka mengagumi Daud sebagai raja, mereka juga mengagumi Daud sebagai pemilik janji kerajaan dari Allah, dan mereka juga memperhatikan pengajaran Daud sebagai nabi. Nabi yang menubuatkan kedatangan Sang Mesias. Bukankah orang-orang Yahudi memiliki pengharapan besar tentang Sang Mesias? Bukankah mereka juga sungguh-sungguh menganggap Daud sebagai nabi? Bukankah banyak pengharapan Mesias mereka juga diambil dari Mazmur-mazmur Daud? Mengapa mereka gagal melihat Yesus Kristus sebagai penggenap janji itu? Mengapa seorang nelayan tidak berpendidikan yang mengajarkan mereka bahwa Yesuslah penggenap janji Mesianik yang dinyatakan Tuhan kepada Daud? Tuhan membukakan kebenaran ini kepada orang-orang kecil untuk mempermalukan orang-orang agung yang sibuk memperdebatkan firman Tuhan tetapi lupa mengenal Tuhan dengan benar. Apakah bukti bahwa Yesuslah Mesias itu? Ada dua bukti yang disampaikan Petrus berdasarkan perkataan Daud, yaitu bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati dan bahwa Dia duduk di sebelah kanan Allah.

Mesias mengalami sengsara maut tetapi tidak akan dibiarkan mati
Di dalam ayat 31 Petrus mengutip Mazmur 16:10 dan menafsirkan bahwa yang dimaksudkan oleh ayat itu adalah Sang Mesias tidak akan dibiarkan tetap mati. Di dalam terjemahan Septuaginta (versi bahasa Yunani dari Perjanjian Lama, versi yang digunakan oleh para penulis Perjanjian Baru) ayat 10 dapat diterjemahkan: “Karena tubuhku tidak Engkau tinggalkan/biarkan di dalam kuburan dan orang-orang kudus-Mu tidak Engkau biarkan memandang tubuh yang membusuk.” Di dalam Mazmur itu memang Daud sedang mengatakan bahwa Sang Mesias itu tidak akan dibiarkan tetap mati, bukan bahwa Sang Mesias itu tidak akan pernah mati. Siapakah di dalam sejarah keturunan Daud yang pernah mati? Semua! Siapakah yang tidak dibiarkan tetap mati dan tubuhnya tidak dibiarkan membusuk? Hanya satu, yaitu Yesus Kristus! Alangkah indahnya berita Injil itu! Berita Injil dengan indah menjawab semua nubuat-nubuat para nabi dengan keakuratan yang luar biasa! Siapakah yang masih berani mengeraskan hati dengan adanya bukti Kitab Suci yang demikian akurat? Mesias harus mati, tetapi Dia tidak boleh dibiarkan membusuk di dalam kuburan. Tiga hari di dalam kuburan, dan pada hari yang ke-3 Dia bangkit dengan tubuh-Nya yang hidup! Siapakah Sang Mesias? Dia yang mati tetapi hidup kembali, yaitu Yesus Kristus, dari Nazaret!

Mesias diangkat dan duduk di sebelah kanan Allah
Jika benar Dia telah mati dan telah bangkit, mengapa Dia tidak menyatakan diri kepada seluruh dunia? Bukankah lebih mudah kalau Kristus sendiri berdiri di tengah-tengah orang banyak dan menyatakan bahwa Dia hidup? Pertanyaan ini sudah pernah ditanyakan oleh seorang murid (Yoh. 14:22). Tetapi Tuhan Yesus hanya mau menyatakan kemuliaan kebangkitan-Nya kepada para saksi. Dan pemberitaan para saksi itu akan disertai dengan kuasa Roh Kudus sehingga orang-orang pilihan Tuhan akan mendengar kesaksian para saksi sama seperti mereka mendengarnya langsung dari Tuhan Yesus sendiri. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan berbahagialah mereka yang percaya walaupun tidak melihat (Yoh. 20:29). Setelah bangkit maka Tuhan Yesus menampakkan diri kepada para murid. Tetapi Dia tidak mungkin terus tinggal di tengah-tengah mereka. Mengapa tidak? Karena Kitab Suci telah menubuatkan bahwa setelah Sang Mesias menang atas maut, Dia harus duduk di tempat tertinggi, yaitu di sebelah kanan Allah, sampai seluruh musuh-Nya ditaklukkan oleh Allah (Mzm. 110:1). Ini pun dinubuatkan oleh Daud! Jikalau Yesus tetap ada di Yerusalem dan berkhotbah kepada orang banyak, maka Dia pastilah Mesias palsu. Dia harus duduk di sebelah kanan Allah dan karena itu menyerahkan tugas untuk menyaksikan kebangkitan-Nya kepada para murid (Mrk. 16:8). Bukti bahwa Yesus adalah Sang Mesias yang bangkit dari maut adalah, secara ironis, bahwa Dia saat ini ada di sebelah kanan Allah.

Setelah mendengar pemaparan itu banyak orang yang begitu terharu. Mengapa terharu? Sebab ternyata Yesus Kristus, yang hampir dua bulan yang lalu mereka pakukan di kayu salib, adalah Sang Mesias. Celaka! Mereka telah menyalibkan Sang Mesias! Kesadaran akan dosa segera masuk ke dalam diri orang-orang yang mendengarkan khotbah Petrus. Mereka begitu kaget dan sangat takut. Jika mereka telah menolak Sang Mesias, hukuman apakah yang harus ditimpakan kepada mereka? Membayangkan saja pun sudah sangat menakutkan. Maka dengan gentar mereka bertanya kepada Petrus, “apa yang harus kami lakukan?” (ay. 37). Petrus meneruskan berita Injil dari para nabi, dari Yohanes Pembaptis, dan kemudian dari Yesus Kristus sendiri, yaitu, “bertobatlah!” Seruan pertobatan itu menjadi seruan keras yang penuh belas kasihan karena menyatakan Tuhan masih memberikan kesempatan untuk kita berbalik dari segala dosa-dosa kita. Orang Israel sudah sangat berdosa karena mereka menolak Sang Mesias, bahkan memakukan Dia di atas kayu salib. Tetapi seruan pertobatan itu menjadi penawar racun yang sangat manis bagi mereka. Bertobatlah! Berilah dirimu diselamatkan! Terimalah karunia pengampunan dari Tuhan melalui karya Roh Kudus-Nya! Semua ini juga berlaku untuk kita saat ini. Kita menolak Yesus Kristus dengan menolak untuk berbalik dari dosa-dosa kita. Kita menolak Yesus Kristus dengan tetap hidup di dalam kecemaran dan hawa nafsu kita yang membinasakan. Kita menolak Yesus Kristus dengan mengabaikan hidup mengikuti Dia dan menaati hawa nafsu dosa dan pikiran cemar kita. Tetapi ternyata Tuhan masih berbelaskasihan dan mengatakan: “bertobatlah, beri dirimu dibaptis, dan terimalah karunia Roh Kudus.” Apakah maksud ini semua? Yang dimaksudkan adalah kita harus berbalik dari dosa-dosa kita. Itulah makna bertobat yang sejati. Tetapi setelah itu kita harus mengambil komitmen untuk menjadi milik Tuhan. Dibaptis di dalam nama Yesus berarti menyegel kita di dalam kepemilikan Kristus Yesus, oleh pekerjaan Roh Kudus, bagi kemuliaan Allah Bapa. Setelah itu Petrus mengatakan bahwa karunia Roh yang ada pada para rasul akan diberikan dengan limpah juga kepada kita supaya kita, setelah kita bertobat dan berbalik kepada Tuhan Yesus, dipakai-Nya untuk menjadi saksi-Nya di dalam dunia ini. Saksi yang hidup penuh kuasa kemenangan, kekudusan, dan kuasa pemberitaan Injil Kristus. Mari bertobat! Mengapa membiarkan diri hidup di dalam kebinasaan? Mengapa masih senangi dosa-dosamu? Mari bertobat sekarang! Jangan permainkan seruan pertobatan dari Tuhan! Jangan hidup sama dengan dunia yang jahat supaya engkau tidak binasa di dalam neraka bersama dengan dunia yang jahat ini!

Doa:
Tuhan, kami pun orang-orang berdosa. Kami akui pada hari ini semua dosa-dosa kami. Kami menyeleweng dari kebenaran-Mu. Kami menginjak-injak cinta kasih-Mu. Ampuni kami ya Tuhan. Tolong kami untuk sungguh-sungguh bertobat. Kami mau bertobat. Kami mau menjadi milik Sang Mesias. Biarlah Sang Mesias menjadi Juruselamat dan Tuhan yang kepada-Nya kami sujud dan taat mutlak. Pimpin kami ya Tuhan, sebab kami mau belajar sujud menyembah-Mu dan taat kepada-Mu. Berikan kami kuasa Roh-Mu yang kudus sebagaimana telah Engkau janjikan kepada setiap orang yang mau bertobat dan kembali kepada-Mu. (JP)

Kisah Rasul 2:29-40