Penggenapan Doa Daud dalam Doa Tuhan Yesus

Reforming Heart - Day 55

Yohanes 17:1-26

Penggenapan Doa Daud dalam Doa Tuhan Yesus

Devotion from Yohanes 17:1-26

Hari ini kita akan istirahat sebentar dari Kitab 2 Samuel. Kita lihat untuk hari ini Injil Yohanes. Yohanes 17 ini adalah doa Tuhan Yesus untuk murid-murid dan untuk gereja-Nya. Doa ini sangat berpola doa Daud dalam 2 Samuel 7 yang kita renungkan kemarin. Doa ini bukan hanya mirip, tetapi menggenapi apa yang Daud doakan. Mari kita pelajari.

Ayat 1-3 adalah doa permohonan Tuhan Yesus agar Allah Bapa mempermuliakan diri-Nya. Mengapa Tuhan Yesus memohonkan demikian? Karena Allah Bapa telah berjanji akan mempermuliakan Anak Allah, yaitu Yesus Kristus. Inilah janji yang telah dinyatakan sejak Perjanjian Lama. Inilah janji yang Allah berikan kepada Daud. Keturunan Daud adalah Kristus. Maka janji bagi Daud digenapi di dalam Kristus. Daud memohon kepada Allah untuk menepati apa yang telah Allah janjikan (2Sam. 7:25) dan pada bagian bacaan kita hari ini Tuhan Yesus memohonkan hal yang sama kepada Allah Bapa. Bagian selanjutnya yang juga paralel adalah bahwa janji Tuhan kepada Daud pada akhirnya akan memberkati seluruh Israel (2Sam. 7:24-26). Demikian juga janji Allah Bapa kepada Tuhan Yesus akan memberkati seluruh orang percaya (ay. 2-3). Sama seperti Allah Bapa memberikan kuasa atas segala yang hidup kepada Tuhan Yesus, demikian Tuhan Yesus akan memberikan hidup yang kekal kepada setiap orang yang telah diberikan Bapa kepada Anak. Berkat dari Allah Bapa menjadi dasar Tuhan Yesus memberikan berkat kepada kita.

Ayat 4-5 adalah pernyataan dari Tuhan Yesus bahwa Dia adalah Sang Anak dengan kemuliaan yang kekal. Sebelum dunia dijadikan Dia telah memiliki kemuliaan. Jika dalam 2 Samuel 7:19 Daud mengakui Allah sebagai yang memegang sejarah, dalam doa Tuhan Yesus Dia menyatakan bahwa diri-Nyalah yang memegang sejarah karena telah ada sebelum dunia ini ada. Tuhan Yesus telah ada bersama-sama dengan Allah Bapa dan memiliki kemuliaan sebagai Allah Anak. Jika demikian, Tuhan Yesus sedang menyatakan bahwa Dia adalah yang menguasai waktu sebab sebelum adanya zaman Tuhan Yesus telah memiliki kemuliaan.

Ayat 6-10 adalah bagian doa Tuhan Yesus agar Allah Bapa memberikan kesatuan kepada seluruh murid Tuhan Yesus yang diberikan Allah Bapa kepada Dia. Tuhan Yesus berdoa bagi saudara-saudara-Nya (Ibr. 2:11-12). Bukankah ini mirip dengan Daud yang berdoa bagi kaum keluarganya? Daud memohon supaya Tuhan menjaga kaum keluarganya dan tidak membiarkan mereka tersesat atau jatuh ke dalam dosa. Tuhan Yesus memohon supaya semua anak-anak Allah dipelihara oleh Allah Bapa. Tuhan Yesus telah menebus mereka dengan darah-Nya yang sangat mulia dan sekarang Dia menyerahkan mereka semua ke tangan Allah Bapa. Daud melihat kaum keluarganya dan memohon Tuhan yang jaga karena ada janji tentang kedatangan Sang Mesias melalui keturunan Daud. Tuhan Yesus melihat jemaat-Nya dan memohon Allah Bapa menjaga mereka karena janji tentang kedatangan Sang Mesias sekarang telah digenapi di dalam diri-Nya.

Ayat 11-15 menyatakan alasan Tuhan Yesus berdoa bagi kita semua. Dia berdoa karena Dia akan pergi kepada Allah Bapa sehingga Dia tidak lagi ada di dunia untuk membimbing kita semua. Bagaimanakah Allah Bapa melindungi kita? Dengan menjaga kita dari yang jahat dan menguduskan kita di dalam firman. “Firman-Mulah kebenaran,” demikian dikatakan Tuhan Yesus, yang juga dikatakan Daud dalam 2 Samuel 7:28. Permohonan Daud untuk menjaga kaum keluarganya di dalam firman kebenaran Allah sekarang digenapi Tuhan Yesus dengan doa agar Allah Bapa memberi firman-Nya untuk menjaga semua orang percaya.

Ayat 16-23 adalah bagian doa yang sangat indah. Ini adalah doa yang melampaui segala hal yang dapat dipanjatkan oleh siapa pun. Tuhan Yesus berdoa untuk kesatuan gereja yang melampaui dunia ini. Satu di dalam Allah Tritunggal seperti Allah Bapa dan Allah Anak adalah satu. Doa ini memohonkan kepada kita semua kebahagiaan yang paling sempurna. Tuhan Yesus tidak memohonkan hal yang remeh bagi kita kepada Allah Bapa. Tetapi banyak orang Kristen yang lebih suka kalau didoakan soal kesembuhan, kekayaan, kesuksesan, dan segala keserakahan duniawi lainnya. Tuhan Yesus memberikan lebih dari apa pun yang dapat ditawarkan dunia. Tuhan Yesus mendoakan untuk hal yang tidak akan pernah bisa diberikan oleh dunia ini, kesatuan di dalam Allah Bapa dan di dalam Allah Anak. Relasi kasih yang sempurna seperti relasi kasih antara Allah Bapa dan Allah Anak. Daud tidak bisa berdoa untuk hal ini karena walaupun dia sangat dekat dengan Allah, dia bukanlah Sang Anak. Dia tetap hanyalah manusia berdosa yang mendapatkan belas kasihan Allah. Tuhan Yesus adalah Sang Anak. Hanya Dialah yang dapat mendoakan dan dapat menggenapi apa yang Dia sendiri doakan bagi kita agar kita dikasihi dan mengasihi Allah sama seperti Dia dikasihi dan mengasihi Allah Bapa.

Ayat 24-26 adalah permohonan penutup dari Tuhan Yesus. Pada bagian akhir ini Tuhan Yesus memohon agar kita semua bersama-sama dengan Dia untuk memandang kemuliaan Dia. Ini, lagi-lagi, adalah doa yang tidak boleh dan tidak mungkin dipanjatkan oleh siapa pun. Hanya Sang Anak Allah yang boleh mendoakan ini karena hanya Dia yang sanggup menggenapi apa yang Dia sendiri doakan. Bahagia sejati dari orang percaya adalah memandang kemuliaan Kristus. Kristus mengetahui hal ini. Itulah sebabnya Dia mendoakan supaya bahagia kekal kita boleh kita miliki dengan berdiam bersama-sama dengan Dia. Baik kasih Allah Bapa dan kemuliaan Yesus Kristus menjadi bagian kita di dalam kekekalan nanti. Inilah doa Tuhan Yesus bagi kita semua. Inilah doa yang menggenapi doa Daud di dalam 2 Samuel 7. Inilah Sang Anak Daud mendoakan pokok-pokok doa yang juga menjadi pergumulan Daud. Tetapi kalau Daud bergumul dan memohon di dalam ketidaklayakan dan penuh kelemahan, Kristus bergumul dan memohon di dalam kemuliaan dan kuasa yang Dia miliki di dalam diri-Nya sendiri.

Refleksi
Doa Daud dikabulkan oleh Allah. Allah menjaga keturunan Daud hingga datangnya Kristus yang juga berdoa seperti Daud berdoa. Tetapi doa Kristus pada bagian ini penuh dengan keagungan, kuasa, dan kemuliaan yang membuat apa yang Dia doakan telah menjadi pengharapan kekal yang sempurna bagi kita semua. Biarlah kita makin bersukacita karena merenungkan hal yang berikut ini, yaitu bahwa Tuhan Yesus berdoa syafaat untuk kita semua. Tuhan Yesus mengingat kita. Dia bergumul bagi kita. Dia sungguh-sungguh ingin kesempurnaan janji Allah di dalam diri-Nya menjadi nyata di dalam diri kita.

  1. Biarlah pemahaman bahwa Kristus senantiasa berdoa bagi kita membuat kita menjadi tenang di dalam Tuhan. Biarlah kita tahu bahwa Kristus tidak pernah melupakan gereja-Nya, termasuk kita sebagai bagiannya. Biarlah kita berani untuk percaya bahwa Kristus adalah pembela kita yang berdoa syafaat terus untuk keselamatan kita agar suatu saat nanti kita bisa memandang kemuliaan-Nya.
  2. Biarlah kita makin didorong untuk hidup di dalam kesucian. Jika ada Kristus yang terus menerus memohon kepada Allah Bapa agar kita benar-benar mendapatkan pengampunan dan keselamatan kita, bagaimana mungkin kita berani mempermainkan Dia dengan terus menerus berdosa. Biarlah kita ingat betapa kasih-Nya Kristus kepada kita. Jangan permainkan kasih pengampunan yang agung ini.
  3. Biarlah kita makin rindu untuk berdoa. Sama seperti Kristus senantiasa berdoa bagi kita, mari kita belajar saling mendoakan. Mari belajar mengampuni orang yang bersalah kepada kita dengan senantiasa mendoakan keselamatan mereka. Mari belajar berdoa syafaat untuk orang-orang yang kita kenal satu per satu. (JP)

Yohanes 17:1-26