Salah satu perintah Tuhan di dalam Kitab Imamat adalah pembagian antara binatang yang boleh dimakan dan yang haram untuk dimakan. Pembagian ini merupakan simbol dari kemurnian bangsa Israel sebagai bangsa pilihan. Mereka tidak boleh bercampur dengan bangsa-bangsa lain karena bangsa-bangsa lain memiliki berhala-berhala palsu yang sangat membangkitkan murka Tuhan. Kemurnian ras ini disimbolkan dengan beberapa hal, salah satunya adalah makanan. Di dalam Imamat 11 dibagi binatang mana yang boleh dimakan dan mana yang haram untuk dimakan. Binatang-binatang yang tidak dapat dikelompokkan dengan mudah, misalnya yang seperti ternak pada umumnya, yaitu hewan berkuku tetapi tidak memamah biak; hewan yang sulit digolongkan sebagai ikan karena tidak bersisik, tetapi sebenarnya seperti ikan; hewan-hewan yang sulit digolongkan sebagai hewan air atau darat, atau kelelawar yang terbang seperti burung, tetapi sulit disebut sebagai seekor burung, dan hewan-hewan lain yang tidak mudah digolongkan, dijadikan Tuhan simbol keadaan ras yang tidak murni. Israel dilarang memakan hewan-hewan tersebut sehingga mereka ingat keadaan mereka yang harus dimurnikan dari bangsa-bangsa lain.
Baca SelengkapnyaB.B. Warfield, seorang theolog dari Amerika, mendefinisikan inerrancy sebagai “kebenaran absolut secara menyeluruh dari Alkitab yang diberikan Allah”, namun Warfield lebih sering menggunakan istilah
Baca Selengkapnya“Healing” sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang yang hidup pada zaman ini. Bukan hanya untuk orang yang sakit secara fisik, tetapi orang yang sehat jasmani pun memerlukan “healing”, karena istilah
Baca SelengkapnyaKeselamatan bukan hanya urusan masuk surga dan hidup moral yang baik saja. Orang Kristen yang sudah lahir baru dan mengalami pertobatan sejati haruslah hidup bagi Tuhan. Hidup bagi Tuhan berarti
Baca SelengkapnyaKetika panggilan Tuhan datang, sering kali kita meragukannya dan bertanya “masak sih Tuhan?” “Apakah ini benar suara Tuhan?” “Haruskan sesusah itu mengikut Tuhan?” “Kayaknya Tuhan lagi becanda deh.”
Baca SelengkapnyaTahukah kalian di antara 27 kitab Perjanjian Baru, ada 13 kitab yang ditulis oleh seorang rasul bernama Paulus. Bahkan pengertian kita tentang keselamatan dan gereja banyak berhutang kepada pengajaran
Baca Selengkapnya