Hari ini kita membaca bagian pertama dari pembelaan Stefanus. Perhatikan bahwa di dalam pembelaan ini Stefanus sama sekali tidak berusaha membuktikan bahwa dia bersih dari tuduhan menghujat Allah melalui menghina Musa. Sebaliknya, kesempatan membela diri ini dipakai Stefanus bukan untuk membela dirinya sendiri, tetapi untuk berkhotbah kepada Israel melalui berkhotbah kepada para pemimpin dan orang banyak yang hadir. Stefanus justru menunjukkan bahwa orang Israellah yang telah menghujat Allah melalui menghina Musa. Stefanus memulai khotbahnya yang luar biasa ini dengan menyisir sejarah Israel melalui para bapa leluhur Israel, yaitu Abraham, Ishak, dan Yakub. Perhatikan tema-tema yang disinggung oleh Stefanus. Mulai pada ayat ke-5 Stefanus berkata bahwa Tanah Perjanjian itu akan diberikan bukan kepada Abraham, tetapi kepada keturunannya, yaitu Israel. Tetapi keturunan Abraham, yaitu keluarga Yakub, malah tinggal di Mesir sebagai pendatang. Lebih parah lagi karena setelah itu mereka malah menjadi budak di tanah Mesir. Tetapi janji Tuhan tidak mungkin batal. Musa dibangkitkan oleh Tuhan menjadi penyelamat agar mereka dapat mewarisi janji yang Tuhan berikan kepada Abraham.
Baca SelengkapnyaB.B. Warfield, seorang theolog dari Amerika, mendefinisikan inerrancy sebagai “kebenaran absolut secara menyeluruh dari Alkitab yang diberikan Allah”, namun Warfield lebih sering menggunakan istilah
Baca Selengkapnya“Healing” sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang yang hidup pada zaman ini. Bukan hanya untuk orang yang sakit secara fisik, tetapi orang yang sehat jasmani pun memerlukan “healing”, karena istilah
Baca SelengkapnyaKeselamatan bukan hanya urusan masuk surga dan hidup moral yang baik saja. Orang Kristen yang sudah lahir baru dan mengalami pertobatan sejati haruslah hidup bagi Tuhan. Hidup bagi Tuhan berarti
Baca SelengkapnyaKetika panggilan Tuhan datang, sering kali kita meragukannya dan bertanya “masak sih Tuhan?” “Apakah ini benar suara Tuhan?” “Haruskan sesusah itu mengikut Tuhan?” “Kayaknya Tuhan lagi becanda deh.”
Baca SelengkapnyaTahukah kalian di antara 27 kitab Perjanjian Baru, ada 13 kitab yang ditulis oleh seorang rasul bernama Paulus. Bahkan pengertian kita tentang keselamatan dan gereja banyak berhutang kepada pengajaran
Baca Selengkapnya