Di dalam peristiwa pencobaan Yesus, kita dapat melihat beberapa hal yang dapat menjadi bahan renungan kita hari ini. Yang pertama adalah di dalam ayat 1-2. Tuhan Yesus dicobai sama seperti Adam dicobai. Tetapi Adam berada di dalam lingkungan yang indah dan kudus, sedangkan Yesus ada di lingkungan yang rusak dan cemar. Rusak secara fisik, cemar karena Tuhan Yesus melayani umat Tuhan yang telah jatuh di dalam dosa dan kecemaran. Berikut penjelasan dan renungan dari pencobaan-pencobaan Yesus. Pencobaan pertama, ayat 3-4, Iblis memerintahkan Yesus untuk mengubah batu menjadi roti. Ini sesuatu yang licik sekaligus penuh godaan. Tuhan Yesus yang sedang lapar tentu memerlukan roti. Dan mengubah batu menjadi roti pasti tidak melanggar perintah siapa pun dan tidak melanggar hak siapa pun. Tetapi jika Tuhan Yesus mendengarkan perkataan Iblis, maka Dia telah memosisikan diri-Nya di bawah Iblis dan menerima pengaruhnya. Hal berikut yang dilakukan Iblis adalah, pernyataan “jika Engkau Anak Allah”. Tuhan tidak perlu membuktikan diri-Nya. Dia memang Anak Allah.
Baca SelengkapnyaJanji Tuhan melampaui hidup manusia yang terbatas, itulah iman Daud di dalam lagu terakhirnya (2Sam. 23:1-7). Daud tidak takut mati karena dia tahu Tuhan menyertainya di lembah kekelaman. Daud tenang
Baca SelengkapnyaRumah adalah tempat teraman dan ternyaman bagi seseorang, tetapi pada zaman sekarang dengan kondisi tertentu, seseorang bisa juga melarikan diri dari rumah. Yakub melarikan diri dari rumah karena
Baca SelengkapnyaSeorang gadis tanpa sengaja menjatuhkan piring saat bekerja lalu menangis. Begitu mendengar suara piring pecah di dapur restoran, sang pemilik bergegas menghampiri gadis itu dan berkata dengan penuh
Baca SelengkapnyaSeseorang mengirim foto makanan melalui WA kepada temannya dan mendapat respons: “Piringnya bagus sekali, beli di mana?” Seseorang bisa melihat kotoran yang jauh tetapi tidak bisa melihat kotoran di
Baca SelengkapnyaKetika Daud dinobatkan menjadi raja atas seluruh Israel, ia berkeinginan untuk memindahkan tabut Allah kembali ke Yerusalem. Tabut Allah kemudian dibawanya dari Kiryat-Yearim dengan cara menaikkannya
Baca Selengkapnya