Tuhan kita bekerja dengan cara yang selalu melampaui pikiran kita. Sungguh besar Allah kita dan terpujilah rancangan-rancangan-Nya. Setelah kematian Stefanus, akankah Kerajaan Allah kekurangan pemimpin masa depan untuk memimpin murid-murid Kristus? Akankah Kerajaan Allah terganggu penyebarannya karena seorang yang sangat berbakat, sangat giat, dan sangat berani telah mati? Tidak. Stefanus boleh mati, tetapi pekerjaan Tuhan tidak akan mungkin terganggu. Tuhan membangkitkan orang lain lagi untuk melanjutkan pekerjaan-Nya. Pekerjaan Tuhan tidak akan dihambat oleh kematian hamba-hamba-Nya yang setia. Bahkan sejarah membuktikan bahwa kematian hamba-hamba Allah yang setia hanya akan memicu bangkitnya lebih banyak orang yang siap bergiat lebih lagi bagi Allah dan bagi Kristus. Waktu untuk meratap memang ada, tetapi setelah itu murid-murid Kristus harus melanjutkan pekerjaan Tuhan dan melepaskan Stefanus yang sekarang telah mendapatkan mahkotanya dari Kristus. Dan pekerjaan selanjutnya ternyata semakin berat karena penganiayaan semakin menjadi-jadi. Setelah kematian Stefanus terjadi gerakan massa yang besar untuk menganiaya murid-murid Yesus di Yerusalem.
Baca SelengkapnyaB.B. Warfield, seorang theolog dari Amerika, mendefinisikan inerrancy sebagai “kebenaran absolut secara menyeluruh dari Alkitab yang diberikan Allah”, namun Warfield lebih sering menggunakan istilah
Baca Selengkapnya“Healing” sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang yang hidup pada zaman ini. Bukan hanya untuk orang yang sakit secara fisik, tetapi orang yang sehat jasmani pun memerlukan “healing”, karena istilah
Baca SelengkapnyaKeselamatan bukan hanya urusan masuk surga dan hidup moral yang baik saja. Orang Kristen yang sudah lahir baru dan mengalami pertobatan sejati haruslah hidup bagi Tuhan. Hidup bagi Tuhan berarti
Baca SelengkapnyaKetika panggilan Tuhan datang, sering kali kita meragukannya dan bertanya “masak sih Tuhan?” “Apakah ini benar suara Tuhan?” “Haruskan sesusah itu mengikut Tuhan?” “Kayaknya Tuhan lagi becanda deh.”
Baca SelengkapnyaTahukah kalian di antara 27 kitab Perjanjian Baru, ada 13 kitab yang ditulis oleh seorang rasul bernama Paulus. Bahkan pengertian kita tentang keselamatan dan gereja banyak berhutang kepada pengajaran
Baca Selengkapnya