Setelah harus meninggalkan Berea dikarenakan huru-hara para pengacau dari Tesalonika, maka Paulus tiba di Atena lebih dulu daripada yang lain (ay. 14). Sangat mungkin ini terjadi karena Pauluslah yang paling ingin dikejar dan dibunuh oleh orang-orang Tesalonika yang mengacau di Berea itu. Maka Paulus lebih dulu pergi meninggalkan Berea dan menantikan yang lain di Atena. Di Atena inilah Paulus melihat dengan hati yang sedih bagaimana kota yang pernah menjadi pusat kebudayaan tertinggi itu penuh dengan berhala. Tuhan yang menciptakan manusia dan memampukan manusia untuk mengembangkan peradaban dengan demikian hebat, tetapi Tuhan terus diabaikan. Manusia memilih untuk menyembah ilah-ilah palsu dan membelakangi Allah yang telah memberikan dengan limpah kemampuan kepada manusia untuk berkembang sedemikian hebat. Inilah yang menyebabkan hati Paulus demikian sedih. Kepekaan hati Paulus begitu besar. Dia merasakan apa yang Tuhannya rasakan. Dia tidak rela dan tidak bisa menerima fakta bahwa Allah yang memberikan semua anugerah dikhianati oleh manusia yang berpaling kepada berhala-berhala palsu.
Baca SelengkapnyaDunia ini membawa kita hidup makin hari makin individualis atau egois. Berbagai macam pesan yang didengungkan oleh dunia ini mengarahkan kita untuk mencari identitas atau bijaksana di dalam diri kita.
Baca SelengkapnyaB.B. Warfield, seorang theolog dari Amerika, mendefinisikan inerrancy sebagai “kebenaran absolut secara menyeluruh dari Alkitab yang diberikan Allah”, namun Warfield lebih sering menggunakan istilah
Baca Selengkapnya“Healing” sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang yang hidup pada zaman ini. Bukan hanya untuk orang yang sakit secara fisik, tetapi orang yang sehat jasmani pun memerlukan “healing”, karena istilah
Baca SelengkapnyaKeselamatan bukan hanya urusan masuk surga dan hidup moral yang baik saja. Orang Kristen yang sudah lahir baru dan mengalami pertobatan sejati haruslah hidup bagi Tuhan. Hidup bagi Tuhan berarti
Baca SelengkapnyaKetika panggilan Tuhan datang, sering kali kita meragukannya dan bertanya “masak sih Tuhan?” “Apakah ini benar suara Tuhan?” “Haruskan sesusah itu mengikut Tuhan?” “Kayaknya Tuhan lagi becanda deh.”
Baca Selengkapnya