Bacaan hari ini membahas tentang dua raja yang sangat jahat di Yehuda. Yang terutama adalah Manasye. Dialah alasan kesabaran Tuhan habis sehingga Tuhan membuang Yehuda. Dia menyembah Baal dan Asyera, bahkan mendirikan mezbah bagi berhala di Bait Suci Tuhan! Dia juga memanggil roh dan menanyakan masa depan kepada para peramal. Di dalam ayat 11 Tuhan bahkan menyatakan bahwa Manasye bertindak lebih jahat dari orang-orang Kanaan yang Tuhan telah singkirkan. Kejahatan dia tidak sampai di situ, ayat 16 mengatakan bahwa Manasye melakukan kejahatan dengan membunuh banyak sekali orang yang tidak bersalah. Tuhan sangat membenci kekerasan. Jangan lupa bahwa alasan Tuhan memberikan air bah pada zaman Nuh adalah karena penduduk bumi telah penuh dengan kekerasan (Kej. 6:5). Inilah keadaan yang membuat Tuhan menubuatkan tentang kehancuran Yehuda kepada Hizkia di dalam pembahasan kita kemarin. Anak Hizkia ternyata adalah penyembah berhala yang lebih rusak dari raja Ahab di Israel. Lebih dari dosa-dosa raja-raja Israel, Manasye melakukan segala penyembahan berhala dengan penghinaan kepada Tuhan karena mendirikan patung berhala dan mezbah untuk berhala di Bait Allah!
Baca SelengkapnyaSetiap tanggal 31 Oktober umat Protestan merayakan hari yang bersejarah, yaitu Hari Reformasi. Reformasi membawa banyak dampak dalam kehidupan Kekristenan, dan salah satunya adalah kesadaran bahwa
Baca SelengkapnyaZaman terus berubah, tren datang dan pergi, dan dunia sekarang seolah menuntut setiap anak muda untuk “menjadi seseorang” sebelum usia tiga puluh. Di tengah tekanan itu, banyak yang mulai menilai diri
Baca SelengkapnyaTeknologi saat ini memungkinkan kita bergerak sangat cepat dan melakukan banyak hal juga dengan cepat. Pada saat yang sama, situasi ini juga menuntut kita bergerak dengan cepat. Hal ini mengakibatkan
Baca SelengkapnyaSebagai orang Kristen kita tentunya tidak asing dengan frasa “Puji Tuhan” atau “Tuhan memberkati”. Saking seringnya frasa-frasa tersebut dipakai, mereka seperti menjadi sebuah trademark agama Kristen.
Baca SelengkapnyaKita telah mengerti sebelumnya bahwa kerusakan total mengartikan bahwa seseorang telah rusak dalam semua cakupan dan aspek kehidupannya. Orang tersebut memang tidak melakukan kejahatan secara maksimal
Baca Selengkapnya