Setiap tanggal 31 Oktober umat Protestan merayakan hari yang bersejarah, yaitu Hari Reformasi. Reformasi membawa banyak dampak dalam kehidupan Kekristenan, dan salah satunya adalah kesadaran bahwa
Zaman terus berubah, tren datang dan pergi, dan dunia sekarang seolah menuntut setiap anak muda untuk “menjadi seseorang” sebelum usia tiga puluh. Di tengah tekanan itu, banyak yang mulai menilai diri
Teknologi saat ini memungkinkan kita bergerak sangat cepat dan melakukan banyak hal juga dengan cepat. Pada saat yang sama, situasi ini juga menuntut kita bergerak dengan cepat. Hal ini mengakibatkan
Sebagai orang Kristen kita tentunya tidak asing dengan frasa “Puji Tuhan” atau “Tuhan memberkati”. Saking seringnya frasa-frasa tersebut dipakai, mereka seperti menjadi sebuah trademark agama Kristen.
Kita telah mengerti sebelumnya bahwa kerusakan total mengartikan bahwa seseorang telah rusak dalam semua cakupan dan aspek kehidupannya. Orang tersebut memang tidak melakukan kejahatan secara maksimal
Sebagai seorang Kristen, kita sering diingatkan akan anugerah Tuhan yang tiada habis-habisnya, khususnya kita disadarkan akan anugerah Tuhan di mana kita diberikan kesempatan bersinggungan dengan
“Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu
Pembelajaran theologi yang sejati akan membawa kita makin rendah hati di hadapan Allah dengan kesadaran betapa bobrok, rusak, dan berdosanya seorang manusia. Maka, pengertian akan kerusakan total
Musisi-musisi senior dari generasi sebelum kita memiliki gaya yang lebih tenang dan tidak banyak bergerak dalam pertunjukannya. Kita dapat melihat bagaimana Arthur Rubinstein atau Menahem Pressler