Hamba yang Tak Berguna

Devotion

Hamba yang Tak Berguna

19 January 2026

“Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” (Luk. 17:10)

Setiap orang pasti ingin dihargai. Tidak ada orang yang senang jika seluruh kerja kerasnya tidak dihargai orang lain. Kita sering merasa setiap keberhasilan yang kita peroleh adalah suatu pencapaian yang harus dirayakan. Kita merasa layak mendapatkan penghargaan atas setiap keberhasilan tersebut. Bahkan banyak di antara kita yang merasa diri sebagai pahlawan yang memiliki kontribusi besar dalam setiap keberhasilan kerja yang kita lakukan. Hal ini bukan hanya terkait dengan kerja secara umum, melainkan termasuk kerja dalam pelayanan yang kita lakukan.

Perasaan sebagai orang yang memiliki kontribusi membuat kita sangat sulit dalam mengamini ayat dalam Lukas 17:10. Tidak ada yang bersedia disebut sebagai “hamba yang tidak berguna”. Mungkin kita akan rela jika kerja keras kita tidak mendapatkan upah materi, tetapi kita sulit rela jika kerja keras kita tidak mendapatkan pujian. Kita akan merasa sakit hati jika setelah melakukan sesuatu, kemudian tidak ada satu pun orang yang memberikan penghargaan. Kita akan merasa sangat layak menerima setiap pujian orang lain. Kita ingin disebut sebagai hamba yang baik. Kita tahu jelas bahwa segala sesuatu boleh berhasil hanya karena anugerah Tuhan. Kita juga sadar bahwa jika Tuhan tidak menopang, maka tidak ada satu hal pun boleh terjadi termasuk setiap pekerjaan kita. Kita mengamini bahwa kita hanyalah alat di tangan Tuhan.

Kesadaran akan topangan tangan Tuhan ternyata tidak membuat kita mampu meresponi segala keberhasilan itu dengan benar. Kita harus mengakui bahwa kita tidak memiliki kemampuan pada diri kita sendiri, bukan saja ketidakmampuan dalam mencapai keberhasilan itu, namun juga ketidakmampuan dalam meresponi dengan benar. Karena itu, mari kita minta kepada Tuhan agar kita diberikan kemampuan rendah hati di hadapan Tuhan. Kerendahan hati inilah akan memunculkan kesadaran yang benar bahwa kita hanya menjalankan apa yang harus kita lakukan, inisiatif tidak ada pada diri kita, dan kemampuan tidak muncul dari diri kita. Semua boleh kita kerjakan hanya karena belas kasihan Tuhan. Dengan kerendahan hati, kesadaran, serta pengertian ini, kita tidak akan merasa layak menerima pujian apa pun. Kita dengan rendah hati akan mengakui bahwa kita memang hamba yang tidak berguna yang hanya melakukan apa yang harus kita lakukan. Kiranya Tuhan menolong kita! (RP)