Kerusakan Total (1)

Devotion

Kerusakan Total (1)

5 January 2026

Pembelajaran theologi yang sejati akan membawa kita makin rendah hati di hadapan Allah dengan kesadaran betapa bobrok, rusak, dan berdosanya seorang manusia. Maka, pengertian akan kerusakan total seorang manusia berdosa menjadi hal yang penting dan mendasar bagi pertumbuhan kerohanian seseorang.
Secara umum, orang Kristen pasti mengetahui bahwa dosa membuat kerusakan total pada keberadaannya. Beberapa orang Kristen berpikir istilah “Kerusakan total“ mengartikan bahwa seseorang sudah rusak secara maksimal dan mutlak seperti sebuah komputer yang rusak maksimal, mati total, dan tidak melakukan hal yang baik lagi. Padahal kenyataannya kita masih melihat bahwa banyak orang berdosa yang bisa melakukan hal-hal yang dianggap baik. Banyak orang berdosa yang masih bisa memberi sumbangan kemanusiaan, menolong orang lain, dan masih bisa melakukan berbagai tindakan baik lainnya. Seakan-akan makna dosa sebagai kerusakan total itu tidak benar atau sesuai dengan fakta kehidupan yang terjadi. “Toh, buktinya masih ada orang berdosa yang bisa berbuat baik.” Maka, kita perlu membahas dan mengerti dengan tepat arti dari “Kerusakan Total” ini.
Lalu, apa artinya kerusakan total akibat dosa?
Dalam bukunya “TULIP: Lima Pokok Calvinisme”, G. J. Baan–mengacu kepada pemikiran Reformator John Calvin–menyatakan bahwa kerusakan total artinya kerusakan dalam semua cakupan dan aspek kehidupan. Seorang manusia yang berdosa dan rusak total tidak berarti manusia itu telah berada dalam keadaan yang paling jahat yang bisa dilakukannya (kejahatan dan kerusakan maksimal). Kerusakan total mengartikan bahwa kejahatan dalam dirinya telah mencapai ekstensitas atau luas cakupan yang maksimal, sehingga tidak ada satu pun aspek kehidupan yang terhindar dari kerusakan tersebut. Kejahatan masuk dalam setiap kemampuan jiwanya dan setiap bidang kehidupannya, sehingga tidak ada hal baik sempurna dalam kehidupan dan perbuatan seorang manusia berdosa. Seorang manusia berdosa yang kelihatan tetap melakukan kebaikan, tetapi dengan motivasi ingin dipuji dan dinilai baik oleh orang lain, menjadi bukti kerusakan total dosa. Secara tindakan terlihat baik dan melayani, tetapi pikiran dan hati memiliki motivasi ingin dipuji oleh orang lain.
Maka, sebagai orang Kristen mari kita menyadari natur dosa dan kerusakan total ini masih tetap ada dalam kehidupan kita. Mari kita sadar kalau tindakan kita yang mungkin terlihat baik dan melayani Tuhan, namun di dalam pikiran dan hati kita terdalam, kita sedang melawan Tuhan dan mencuri kemuliaan Tuhan. Kesadaran ini akan membawa kita dengan rendah hati meminta pertolongan Tuhan untuk menjaga hati dan pikiran kita agar menjadi murni, tulus, dan lurus dalam melayani demi kemuliaan Tuhan. (DB)