The Best of The Best

Devotion

The Best of The Best

12 January 2026

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yer. 29:11)

Perencanaan adalah hal yang baik untuk kita lakukan. Setiap hal harus direncanakan sebaik-baiknya agar dapat hasil yang baik, tepat, dan maksimal. Ketika perencanaan tersebut kita buat, tentu banyak hal yang harus kita perhatikan. Hal terpenting yang harus kita perhatikan adalah tujuan yang ingin kita capai. Perencanaan yang kita buat pasti menyesuaikan segala sesuatu yang kita sukai dan pandang baik untuk mencapai apa yang kita inginkan. Kita akan hindari hal-hal yang membuat kita tidak nyaman, kesulitan, ataupun kesalahan. Tetapi apakah perencanaan menjamin keberhasilan pencapaian tujuan kita? Tidak selalu.

Kita sering gagal dalam mencapai tujuan tertentu. Banyak hal yang kita inginkan tidak tercapai meskipun semua perencanaan sudah dilakukan dengan baik. Ketika hal ini terjadi, saat itulah kesedihan dan kekecewaan muncul. Kita akan bersedih ketika kita tidak mendapatkan yang kita inginkan. Kita akan bersedih ketika ditolak orang yang kita sukai, padahal kita sudah melakukan perencanaan dengan matang untuk mendapatkan hatinya. Kita akan kecewa ketika kita gagal mendapatkan posisi tertentu dalam karir kita, padahal kita sudah melakukan langkah demi langkah dengan teliti dalam menjalankan pekerjaan kita. Kita akan bersedih ketika kita gagal memenangkan kompetisi yang kita ikuti, padahal kita sudah menyusun strategi dengan begitu rapi. Banyak kesedihan lainnya yang kita hadapi ketika perencanaan yang kita lakukan gagal dan harapan kita tidak tercapai. Bahkan respons kesedihan yang kita lakukan sering kali berlarut-larut serta menyita banyak waktu dan perhatian kita. Apalagi kesedihan tersebut sering berubah menjadi kekecewaan kepada Tuhan.

Sebagai orang Kristen, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan terkait perencanaan dalam hidup. Pertama, kita harus mengingat bahwa perencanaan yang kita lakukan harus mempertimbangkan kehendak Tuhan. Berdoalah dan minta pimpinan Tuhan dalam menyusun setiap rencana kita. Kedua, kita harus menyadari bahwa kita boleh berencana dengan sedemikian rupa, tetapi kehendak Allah yang akan terjadi. Kita bisa salah dalam menetapkan keputusan dalam perencanaan kita karena keberdosaan kita. Ketiga, ketika rencana yang kita tetapkan gagal dan hasil yang kita dapat tidak sesuai harapan, ingatlah Yeremia 29:11. Allah sudah merencanakan segala sesuatu dalam hidup kita sejak kekekalan dan apa yang Ia tetapkan adalah rancangan damai sejahtera. Mungkin saat ini kita tidak bisa melihat kehendak Tuhan dengan jelas, bahkan merasa sangat kecewa dengan ketetapan Tuhan. Tetapi kita harus ingat, Tuhan adalah kasih dan Ia baik, sehingga semua yang Ia tetapkan adalah baik adanya dan untuk kebaikan kita. Tugas kita adalah percaya dan rela mengikuti apa yang Ia tetapkan. Percayalah, ketika kita sudah melalui waktu yang menyedihkan ini, kita akan melihat dan mengerti apa yang Ia sudah rencanakan dan kerjakan. Saat ini, kita belajar beriman dan berjalan bersama Tuhan. Kekecewaan dan kesedihan yang kita rasakan adalah hal wajar, tetapi tidak untuk dipelihara melainkan untuk kita belajar rela melepaskan hal yang tidak sepatutnya kita pertahankan, lalu dengan rendah hati belajar menerima apa yang Tuhan sudah sediakan bagi kita. Kiranya Tuhan menguatkan kita! (RP)