“Your Time is Your Life”

Devotion

“Your Time is Your Life”

18 May 2026

Waktu adalah hal yang sangat penting bagi ciptaan, khususnya kita sebagai manusia. Kita sering kali sulit mendefinisikan apa itu waktu, tetapi secara intuitif kita kurang lebih mampu menangkap konsep waktu itu. Kita tahu bahwa waktu itu berjalan terus tanpa bisa dipengaruhi apa pun, tidak dapat diputar ulang, dan karena itu sangat berharga. Saking berharganya, beberapa orang bahkan mengatakan, “Time is money.” Waktu yang terbuang adalah uang yang terbuang.

Benarkah waktu berharga hanya karena ia bisa menghasilkan uang? Ini tentu salah. Waktu itu berharga karena ia adalah satu-satunya aset yang Tuhan berikan kepada kita yang tidak mungkin kita kuasai. Bukan kita yang melewatkan waktu, tetapi waktu yang melewatkan kita. Waktu itu terus berjalan. Ia perlahan-lahan menggeser kita. Maka, Pdt. Stephen Tong mengatakan, “Your time is your life.” Waktu yang Tuhan berikan kepada kita adalah hidup kita. Namun, kita yang masih muda ini sering kali tidak mampu mengertinya. Kita merasa punya banyak waktu. “Masih muda kok, guys, badan masih sehat, hidup masih panjang, santuy sedikitlah.” Akhirnya, kita menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang diberikan oleh Tuhan.
Efesus 5:16 mengatakan, “Pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat”. Bahkan, Musa pun juga berkata dalam Mazmur 90:12, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana”. Ketika mereka meminta bijaksana untuk bisa mengatur waktu yang ada dengan benar, kita justru menggunakan “bijaksana” kita untuk mencari excuse. “Pergi ke gereja masih bisa minggu depan kan? Acara retret dan seminar gereja masih ada lagi tahun depan kan?” Jika itu urusan dengan Tuhan dan gereja, kita selalu pikir masih ada waktu dan bisa santai. Kalau itu urusannya diri, baik itu studi, karir, keluarga, atau apa pun–intinya adalah yang mendatangkan keuntungan buat diri–kita langsung ngegas.
Kita berpikir dengan keras bagaimana kita bisa memakai waktu mengukir prestasi dan mencari uang sebanyak-banyaknya untuk diri. Kalau untuk pekerjaan Tuhan? Kita jarang memikirkan bagaimana mengatur waktu kita dengan strategis untuk mempersiapkan diri bagi pekerjaan-Nya. Tuhan yang kekal selalu bisa menunggu. Mengenal Tuhan bukanlah hal yang menjadi prioritas dalam kehidupan kita. Kita tidak akan prioritaskan waktu setiap hari untuk membaca Alkitab dan buku theologi. Sangat wajar dan normal bagi kita untuk mengatur waktu belajar perkuliahan mendahului seminar di gereja. Atau bagi kita adalah wajar jika kita mengatur uang untuk cuti, pendidikan, keluarga dibandingkan mengatur uang untuk pelayanan gerejawi.
Mari kita sadar bahwa waktu adalah pemberian Tuhan yang paling berharga; berharga bukan untuk kepentingan diri, tetapi untuk pekerjaan Tuhan. Mari kita memohon bijaksana dari Tuhan supaya kita boleh menggunakan waktu hidup kita dengan baik dan benar untuk melayani Tuhan. Jangan sia-siakan waktu! Jangan sia-siakan hidup! Waktu hidup kita hanya sekali di dalam dunia ini, maka mari kita mempersembahkannya untuk Tuhan yang mengasihi kita. (SI)