Gunung Sinai dan Tanah Moab

Devotion

Gunung Sinai dan Tanah Moab

4 May 2026

Waduh, ternyata diskonnya ada ketentuannya! Tulisan diskonnya sih gede-gede bikin orang kalap, pas bayar baru tahu ada “syarat dan ketentuan berlaku”. Mungkin kita pernah atau bahkan sering mengalami hal seperti ini, yang membuat kita makin berhati-hati menerima tawaran manis di kemudian hari. Penawaran khusus ini adalah salah satu bentuk perjanjian.

Perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih. Suatu perjanjian dikatakan sah apabila memenuhi syarat kesepakatan, kecakapan, hal tertentu, dan sebab yang halal. Dalam kasus diskon di atas, penjual dan pembeli harus sepakat dengan syarat dan ketentuan yang ada, penjual dan pembeli haruslah orang yang boleh melakukan perbuatan hukum (note: anak di bawah umur tidak cakap), ada barang yang menjadi objek, dan yang terpenting adalah perbuatan tersebut tidak melanggar hukum yang berlaku.
Manusia membuat perjanjian merupakan bentuk ekspresi kesadarannya akan perjanjian Allah. Allah mengikatkan kehendak-Nya kepada semua ciptaan, sehingga semua ciptaan ada sebagaimana yang dikehendaki Allah. Allah juga mengikatkan kehendak-Nya pada seluruh sejarah sehingga semua yang terjadi merupakan pernyataan kehendak Allah. Karena itu, manusia sebagai Gambar dan Rupa Allah mengekspresikan perjanjian dalam realitas kehidupannya, dari pernikahan, jual beli, komunikasi, dsb. Manusia adalah makhluk perjanjian.
Seperti semua perjanjian yang ada, perjanjian Allah dengan manusia pun memiliki batasannya atau syaratnya. Di padang gurun Allah membuat perjanjian dengan bangsa Israel di Gunung Sinai dan di Tanah Moab. Di Gunung Sinai Allah memberikan Sepuluh Hukum, yang berisi larangan, perintah, hukuman, dan berkat. Di dalam Sepuluh Hukum ini kita melihat bijaksana, keadilan, dan kasih Tuhan. Melalui Sepuluh Hukum Allah mengikatkan diri-Nya dengan kita di dalam tuntutan perjanjian hidup secara utuh benar dan sesuai dengan keinginan-Nya. Di Tanah Moab kemudian Allah membuat perjanjian dengan bangsa Israel untuk mengangkat mereka menjadi umat-Nya dan Ia menjadi Allah mereka. Mereka menjadi saksi kuasa Tuhan membinasakan Firaun, kuasa pemeliharaan-Nya di padang gurun, dan kemenangan atas Sihon dan Og. Perjanjian ini menjamin berkat bagi yang setia dan kutukan bagi yang berpaling.
Sebagai umat-Nya, marilah kita terus memegang perjanjian Tuhan. Marilah kita hidup mengasihi Tuhan dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan, dan peraturan-Nya, supaya kita hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh Tuhan, di negeri yang kita duduki (Ul. 30:16). Kiranya berkat Tuhan turun atas kita dan berkat Tuhan dapat menjadi berkat bagi orang di sekitar kita. Dengan demikian, perjanjian Allah terjadi bukan hanya kepada kita, namun juga berdampak sampai ke seluruh bumi. (YV)