Rumah adalah tempat teraman dan ternyaman bagi seseorang, tetapi pada zaman sekarang dengan kondisi tertentu, seseorang bisa juga melarikan diri dari rumah. Yakub melarikan diri dari rumah karena terpaksa dan takut, namun dia tetap ingin pulang ke rumah, di mana ibunya berada. Ia bernazar, “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku”. Kemudian ia tiba di rumah pamannya dan jatuh cinta kepada anak pamannya, namun ditipu dan diberikan kakaknya terlebih dahulu. Tuhan memberkati Yakub, tetapi dia dianggap mencuri dari pamannya. Yakub kembali melarikan diri dari rumah pamannya untuk pulang ke rumahnya, namun disertai ketakutan.
Dahulu ketika ia meninggalkan rumah, ia bermimpi melihat malaikat-malaikat; Tuhan berdiri di sampingnya lalu berjanji akan melindunginya dan membawa dia kembali. Ia menamai tempat itu Betel, ”Ini pintu gerbang sorga”. Kini dalam perjalanan pulang ke rumah, ia bertemu malaikat-malaikat Allah, dan menamai tempat itu Mahanaim, ”Ini bala tentara Allah”. Di dalam perjalanan ketika semuanya telah menyeberang sungai Yabok, Yakub tinggal seorang diri dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai pagi. Yakub menamai tempat itu Pniel, ”Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!”
Ketika saatnya tiba, Yakub bertemu dengan Esau, kakaknya. Yakub menghampiri dengan bersujud dan Esau menghampiri dengan berlari lalu memeluk dan menciumnya. Esau bahkan menawari Yakub untuk menyertai dan menjaganya dalam perjalanan ke Kanaan. Tetapi Yakub memilih untuk berdiam dahulu di Sukot sampai akhirnya Tuhan yang menyuruhnya bergerak kembali ke Betel. Di sana Tuhan menampakkan diri dan memberkati Yakub, serta mengubah namanya menjadi Israel. Setelah itu barulah Yakub benar-benar pulang dan bertemu ayahnya. Yakub pergi meninggalkan rumahnya dengan iman “Jika Tuhan”. Pada akhirnya, Tuhan membuktikan diri-Nya ketika Yakub pulang ke rumah dengan iman yang diperbarui dan nama yang baru.
Salah satu kebutuhan primer manusia adalah tempat tinggal. Tetapi tidak semua tempat tinggal adalah “rumah”, a house may not be a home. Melalui tempat tinggal yang dirindukan, manusia menyatakan kerinduannya akan tempat tinggal di sorga. Karena itulah Tuhan Yesus berjanji, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada” (Yoh. 14:1-2).
Marilah kita tetap bersukacita betapa pun keadaannya di dunia ini, karena TUHAN adalah Allah kita, Tuhan akan menyertai dan melindungi kita di jalan yang kita tempuh hingga kita kembali ke rumah Bapa kita di sorga. Dia akan membawa kita pulang ke rumah kita yang sejati. (YV)

