Penghakiman & Belas Kasihan

Devotion

Penghakiman & Belas Kasihan

9 March 2026

Alkitab menyatakan penghakiman Allah dimulai dari umat yang mengenal Dia, yang dikasihi-Nya, dari rumah-Nya (1Pet. 4:17).  Ketika Kerajaan Utara (Israel) melakukan kejahatan dan menyembah berhala, Allah menyatakan penghakiman-Nya dengan membuang mereka ke tangan Asyur. Sekitar satu abad kemudian, Kerajaan Selatan (Yehuda) yang melakukan kejahatan seperti saudaranya, akhirnya dibuang ke Babel. Pembuangan bangsa Israel oleh Allah adalah hal yang menyedihkan dan juga memalukan. Bagi bangsa Israel yang turun-temurun mengenal Allah sebagai “Allah yang membebaskan umat-Nya dari perbudakan di Mesir”, penghakiman Allah datang memberikan kejutan, karena hadir dengan berat dan seolah tanpa ampun. Allah memakai bangsa Asyur dan Babel menghukum bangsa Israel, meruntuhkan dua kerajaan hingga tidak berbekas. Setelah selesai dengan bangsa Israel, barulah Allah menghakimi dan menghukum bangsa Asyur, Babel, dan bangsa lain yang mengerjakan kejahatan dan penganiayaan terhadap Israel.

Mungkin kita bertanya-tanya, di tengah penghakiman dan hukuman yang sangat menakutkan dan menyakitkan itu, di manakah kasih dan belas kasihan Allah?

Tetapi janganlah kita tertipu oleh tipuan Iblis! Justru melalui hukuman yang menyakitkan, Allah menyatakan kasih yang dalam dan belas kasihan bagi umat-Nya. Allah adalah Allah yang menghajar orang-orang yang dikasihi-Nya (Ibr. 12:5). Allah membuang bangsa Israel karena pemberontakan dan dosa mereka, tetapi karena kasih setia-Nya Dia juga berjanji akan mengumpulkan mereka kembali. Allah selalu menyisakan orang-orang percaya yang akan kembali pada-Nya. Di dalam sejarah, kerajaan bangkit dan hancur, raja-raja penguasa naik dan turun, tetapi gereja sejati dan orang-orang percaya dipelihara Tuhan .  

Sebagai orang Kristen, marilah merenungkan didikan Tuhan ini dengan serius. Takutlah kepada Allah sebab Allah menghakimi di dalam kebenaran. Takutlah kepada Allah sebab Allah itu adil. Takutlah kepada Allah sebab Dia menghukum dengan kasih dan pada-Nya ada pengampunan. Takutlah kepada Allah dan kembalilah kepada-Nya di dalam Yesus Kristus! Salib Kristus merupakan tempat hukuman paling kejam, namun juga sekaligus tempat yang menunjukkan betapa besarnya kasih Allah. Allah menyatakan kasih-Nya tidak dengan menghilangkan keadilan-Nya, tetapi justru Allah menyatakan kasih-Nya melalui keadilan-Nya.

Jika kita bersalah, Allah akan lebih dulu menghajar kita, seperti Dia menghajar bangsa Israel yang berdosa. Maka, mari tilik kembali hidup kita dengan hati-hati. Adakah dosa kita yang harus dibereskan? Adakah pemberontakan yang kita kerjakan? Mari kita bertobat dan minta belas kasihan Tuhan. Seperti kata Daud, “... biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan Tuhan, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia.” (SC)