Breastplate of Righteousness

Devotion

Breastplate of Righteousness

25 March 2024

Ikat pinggang kebenaran menandakan kita telah siap menghadapi peperangan spiritual melalui pengertian akan kebenaran. Tentu saja ini juga berarti perlengkapan perang yang ada dan telah kita kenakan sebelumnya. Perlengkapan perang untuk bertahan dari serangan para musuh, maupun senjata untuk menyerang mereka. Pertahanan yang paling penting tentu saja baju zirah (breastplate), yang melindungi tubuh dari serangan pedang maupun anak panah.
Dalam konteks peperangan spiritual ini, Paulus menyebutnya sebagai baju zirah keadilan. Sayangnya istilah “keadilan” dalam bahasa Indonesia sulit dipahami dengan akurat. Istilah yang lebih tepat adalah “righteousnes” (Ef. 6:14 ESV) yang berarti “pembenaran”.  Ini karena setiap orang percaya memperoleh pembenaran melalui kematian Kristus di kayu salib. Kita dibenarkan karena Kristus sudah menanggung hukuman dosa yang seharusnya kita terima. Tidak ada satu pun usaha dan bagian kita di dalam memperoleh pembenaran itu. Seluruhnya adalah karya Kristus di dalam kematian-Nya. Maka Paulus mengibaratkan pengertian ini seperti mengenakan baju zirah pembenaran, sesuatu yang dari luar diberikan kepada kita.
Lalu mengapa orang Kristen harus memakai baju zirah pembenaran (keadilan) ini? Seperti yang Paulus katakan di awal bahwa hidup ini adalah medan perang. Siang dan malam Iblis terus menuduh, memfitnah, dan mencobai orang Kristen supaya meragukan kuasa dan kebenaran dari Allah. Kata setan dalam bahasa Ibrani berarti “sang penuduh” (accuser). Dia akan terus menuduh kita sebagai orang Kristen yang tidak taat, yang penuh dosa, dan yang tidak mungkin memperoleh pembenaran dari Allah. Karena itu, Rasul Paulus memperingatkan kita untuk bertahan dari serangan tersebut. Dengan apa? Dengan mengenakan baju zirah pembenaran yang hanya kita peroleh melalui kematian Kristus di kayu salib. Itulah satu-satunya jalan pertahanan kita dari tuduhan setan. Sehingga kita tidak boleh menyerah begitu saja atas segala kelemahan dan keberdosaan yang ada pada kita. Kita perlu sadar kalau setan akan terus serang kita. Melalui baju zirah pembenaran inilah kita beroleh keberanian untuk terus maju, mengalahkan kuasa dosa, dan bertumbuh di dalam iman yang benar. Serangan Iblis tidak lagi menggoyahkan hati kita, kita tahu kita sudah dibenarkan di dalam Kristus. Semua tuduhan Iblis, serangan Iblis, dan godaan Iblis tidak lagi berkuasa menjatuhkan kita, karena kita sudah dibenarkan di dalam Kristus. Kiranya Allah Roh Kudus senantiasa mengingatkan kita, memperbarui iman dan keberanian kita, serta memberikan kita kuasa untuk hidup sebagai anak-anak Allah yang sudah dibenarkan. Amin. (TP)