Sebagai ciptaan, kita dibatasi oleh ruang dan waktu. Tetapi karena kita diciptakan memiliki sifat kekekalan, maka dalam hidup kita, kita sering ingin melampaui waktu yang sementara ini.
Zaman dimana kita hidup sekarang adalah zaman yang serba digital. Hampir segala sesuatu dibuat menjadi digital dan online. Lapar? Bisa langsung pesan makanan melalui aplikasi online
Ketika menghadapi seorang pembunuh berantai dalam episode “Study in Pink”, Sherlock Holmes menganalisis motif di balik pembunuhan yang terjadi.
Hidup kita tidak akan pernah bebas dari kesulitan. Orang yang paling kasihan adalah orang yang tidak pernah sulit, hidup jadi tidak tertempa.
Kematian adalah kata yang tidak kita sukai. Kita ingin kata itu menjauh dari kita karena kita tidak ingin kematian itu terjadi dalam hidup kita.
Jamais vu (/ˈʒæmeɪ ˈvuː/; pelafalan Perancis: [ʒa.mɛ.vy]) berasal dari Bahasa Prancis, yang berarti “belum pernah melihat” adalah fenomena ketika subjek mengalami situasi yang ia kenali dalam..
“Tuhan, ampuni saya karena hari ini saya berbuat dosa X. Saya berjanji tidak akan mengu-langinya lagi.” Demikian isi doa kita pada hari Senin. Keesokan harinya kita kembali berdoa,
Seorang anak kecil memiliki rasa penasaran yang tinggi. Setiap menemukan hal baru, seorang anak kecil akan terus mendekat dan berusaha bersentuhan dengan hal tersebut.
Kita tidak suka dengan orang yang munafik. Buat kita itu sangat menjengkelkan. Tetapi kalau mau jujur sesungguhnya kita sendiri sering berlaku munafik, bukan? Apakah munafik itu?
Kita sadar bahwa tidak ada satu pun manusia yang tidak berdosa karena status berdosa sudah melekat pada seisi dunia sejak Peristiwa Kejatuhan dalam Kejadian 3.