Mungkin kita sulit untuk mengerti betapa berharga dan pentingnya ayat di atas bagi orang-orang yang hidup di zaman Perjanjian Lama. Penantian mereka akan sebuah atau satu-satunya harapan menjadikan
Ini adalah butir terakhir Kristologi dalam Pengakuan Iman Rasuli. Butir ini memberi jawaban akan makna waktu. Tidak satu pun agama atau kebudayaan yang tahu jelas apa itu waktu. Di dalam kekaburan,
Empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya, Kristus naik ke surga dengan disaksikan oleh murid-murid-Nya (Luk. 24:51; Kis. 1:9). Sesuai dengan janji-Nya, Dia pergi ke surga untuk menyediakan tempat bagi
“Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.” (1 Korintus 15:17) Kebangkitan Kristus adalah salah satu inti dan fondasi dari iman Kristen.
Kalimat keempat dari Pengakuan Iman Rasuli ini merujuk kepada penderitaan dan kematian Yesus, yang diperlukan untuk menjadikan Dia berkenan kepada Bapa. Melalui penderitaan-Nya, Kristus menggenapi
Kalimat ketiga dari Pengakuan Iman Rasuli ini membawa kita kepada salah satu misteri terbesar sekaligus dua doktrin vital di dalam iman Kristen yaitu doktrin inkarnasi (Yesus, Anak Allah, menjadi
Salah satu keunikan iman Kristen yang paling utama adalah kepercayaannya kepada Allah Tritunggal. Kita tidak hanya percaya kepada Allah yang satu saja, atau kepada banyak Allah, tetapi kita percaya
Pengakuan Iman Rasuli dimulai dengan kalimat “Aku Percaya Kepada Allah”. Iman Kristen adalah iman yang berdasarkan kepercayaan akan adanya Allah. Ini adalah fondasi paling dasar yang membagi seluruh
Setiap minggu di dalam kebaktian kita pasti mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli. Rangkaian kalimat ini mungkin sudah kita sangat hafal, tetapi tidak banyak yang benar-benar mengerti apa dan mengapa iman
Ada suatu kisah menceritakan seseorang yang sedang dalam perjalanan jauh. Dia sudah membawa perbekalan cukup. Akan tetapi karena terlalu jauh perjalanannya, bekalnya pun habis di tengah perjalanan.